Ahad 26 Nov 2023 12:11 WIB

4.387 Wisudawan Telkom University Didorong Jadi Problem Solver

Para lulusan bisa menjadi bagian solusi dari permasalahan yang ada di Indonesia.

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Agus Yulianto
Telkom University mewisuda 4.387 orang wisudawan di Telkom University Convention Hall sejak tanggal 24 November hingga 26 November. Mereka berasal dari tujuh fakultas dan 36 program studi.
Foto: dok. Republika
Telkom University mewisuda 4.387 orang wisudawan di Telkom University Convention Hall sejak tanggal 24 November hingga 26 November. Mereka berasal dari tujuh fakultas dan 36 program studi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Telkom University mewisuda 4.387 orang wisudawan di Telkom University Convention Hall sejak 24 November hingga 26 November. Mereka berasal dari tujuh fakultas dan 36 program studi.

Direktur Bisnis Digital Telkom Indonesia Muhamad Fajrin Rasyid mengatakan, perkembangan dan kemajuan teknologi melahirkan pekerjaan baru. Perusahaan banyak yang membutuhkan artificial intelligence (AI) engineer, user interface dan experience.

Tidak hanya itu, kemajuan teknologi membuat semua orang termasuk lulusan Telkom University harus memiliki kemauan terus belajar. Termasuk skill teknis sangat penting dimiliki.

"Teknologi yang dipelajari saat ini bisa jadi berubah pada 5-10 tahun mendatang. Sehingga, mesti memiliki kemauan dan semangat terus belajar setelah tak lagi berstatus mahasiswa (lulus kuliah)," ujar dia saat orasi ilmiah di acara wisuda Telkom University, Sabtu (25/11/2023).

 

Saat ini, dia mengatakan, penggunaan perangkat AI banyak dipakai oleh masyarakat dari berbagai latar belakang. Fajrin pun mengingatkan, kolaborasi merupakan hal penting untuk meraih kesuksesan.

"Bagaimana pun tak mungkin menguasai segalanya sendirian tetap perlu kolaborasi," kata dia.

Rektor Telkom University Prof Adiwijaya mengapresiasi, para wisudawan yang kini telah menjadi bagian dari alumni kampus dan tersebar di 40 negara. Ia berharap, para lulusan bisa menjadi bagian solusi dari permasalahan-permasalahan yang ada di Indonesia.

"Rekan-rekan harus menjadi solusi dari permasalahan di masyarakat," ujar dia, Sabtu (25/11/2022).

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement