Ahad 19 Nov 2023 05:27 WIB

Jauhi Konten yang Memicu Konflik dan Kegaduhan

Kita fokus pada tayangan yang berkualitas, informatif, dan berimbang.

Transformasi logo TVRI
Foto: istimewa
Transformasi logo TVRI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aparatur Sipil Negara (ASN) dilarang menunjukan keberpihakan pada salah satu calon atau parpol, termasuk memberikan dukungan di social media pada pemilu 2023. Sesuai arahan Presiden Joko Widodo itu, Direktur Utama LPP TVRI, Iman Brotoseno, melakukan kunjungan ke TVRI Stasiun Jawa Timur untuk memberikan arahan penting kepada seluruh pegawai menghadapi pemilu mengenai netralitas sebagai ASN. 

Selain itu TVRI juga diingatkan untuk independen dan netral dalam pemberitaan, terutama dalam menciptakan tayangan pemilu yang berkualitas dan mencerdaskan. "Lembaga Penyiaran Publik milik negara harus menjadi clearing house yang memberikan informasi obyektif, adil serta memberikan ruang yang sama kepada seluruh kontestan pemilu," ujarnya. 

Iman Brotoseno mengatakan komitmen TVRI dalam pemilu 2024, termasuk menyiapkan armada pemberitaan serta memastikan jaringan transmisi digital berfungsi dengan baik. Ia juga menekankan konten program dan berita pemilu harus memberikan nilai tambah pada pemirsa. Tanggung jawab media massa tidak hanya terletak pada informasi, tetapi juga pada bagaimana informasi tersebut disajikan dan disampaikan.

"Sebagai media penyiaran publik, kita memiliki peran besar dalam membimbing dan mendidik masyarakat melalui tayangan Pemilu. Saya ingin kita fokus pada tayangan yang berkualitas, informatif, dan memberikan pandangan yang seimbang," kata dia menegaskan.

Imam juga menekankan perlunya menjauhkan diri dari konten yang berpotensi memicu konflik atau kegaduhan. TVRI memiliki tanggung jawab moral untuk tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga untuk menciptakan lingkungan yang aman dan damai. "Pemilu adalah proses demokratis yang harus disampaikan dengan bijaksana dan bertanggung jawab," imbuhnya.

Melalui kunjungan ini, Imam memotivasi seluruh pegawai TVRI Stasiun Jawa Timur dan seluruh stasiun penyiaran di Indonesia untuk menjadikan Pemilu sebagai momentum memperkuat peran positif media dalam membangun masyarakat yang cerdas, kritis, dan sejahtera.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement