Sabtu 18 Nov 2023 10:40 WIB

Langkah Jokowi Buka Lebar Investasi Percepat Pertumbuhan Ekonomi RI

IMF memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh mencapai 5 persen pada 2023.

Presiden Jokowi saat menghadiri APEC CEO Summit di San Fransisco, Amerika Serikat, Jumat (17/11/2023).
Foto: Dok Laily Rachev/ Biro Pers Sekr
Presiden Jokowi saat menghadiri APEC CEO Summit di San Fransisco, Amerika Serikat, Jumat (17/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkomitmen penuh mengoptimalkan potensi sumber daya dalam negeri dengan membuka lebar gerbang investasi. Imbas daripada itu semakin mendekatkan target capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1 persen.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal mengatakan, Jokowi mampu meningkatkan ekonomi di Tanah Air. Sejumlah langkah strategis yang diambil Jokowi mampu memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

"Jangan lupa investasi ini memang adalah satu kunci penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat," kata Faisal di Jakarta, Sabtu (18/11/2023).

Dia menilai, keputusan Jokowi menggandeng investor makin mempercepat Indonesia mencapai target pertumbuhan ekonomi. IMF memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh mencapai 5 persen pada 2023 dan pafa 2024 diperkirakan naik di angka 5,1 persen.

 

Terdapat beberapa sektor hilirisasi industri yang telah menjadi prioritas untuk mencapai pertumbuhan ekonomi. Seperti sektor energi yang saat ini Indonesia memiliki potensi energi baru terbarukan (EBT) sebesar 3.600 gigawatt dan juga sedang membangun Green Industrial Park seluas 30 ribu hektare.

Selain itu, pembangunan infrastruktur berkelanjutan menjadi fokus utama pemerintahan Jokowi. Proyek seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dibangun dengan konsep kota pintar berbasis hutan dan alam memberikan kontribusi besar dalam mengurangi jejak karbon.

Di sisi lain, kebijakan tersebut tidak hanya memperbaiki lingkungan, tapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan daya saing ekonomi. Faisal meyebut, pembangunan IKN memiliki potensi investasi yang terbuka dalam sejumlah sektor.

Misalnya, dengan menggenjot proyek, seperti jalan raya ramah lingkungan, transportasi umum berbasis listrik, dan teknologi canggih, yang memberikan peluang bagi para investor untuk dapat berinvestasi di Indonesia. "Investor yang masuk ke smelter nikel itu kan sebetulnya pasarnya di luar, namun sumber daya bakunya itu di Indonesia yang paling banyak dan terkaya," jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Faisal, investasi merupakan kunci penting untuk mempertumbuhkan ekonomi di Indonesia ke depan. Menurut dia, keputusan yang diambil Jokowi ini sudah tepat dan mampu meningkatkan kesejahteraan bagi hidup masyarakat. "Jadi tidak salah bahwa Indonesia merupakan tempat untuk berinvestasi," kata Faisal.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement