Kamis 16 Nov 2023 05:35 WIB

RSPB Dukung Wisata Medis Pemerintah Agar Pasien tak Berobat Keluar Negeri

Kemenkes melaporkan, pengeluaran medis warga RI di luar negeri capai Rp 161 triliun.

RSPB fokus membantu pemerintah memberikan layanan wisata medis ke pasien.
Foto: Republika.co.id
RSPB fokus membantu pemerintah memberikan layanan wisata medis ke pasien.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGSEL -- Data Kementerian Kesehatan pada 2021 menempatkan, Indonesia menjadi kontributor terbesar dalam kunjungan medis ke luar negeri dengan total pengeluaran Rp 161 triliun. Wisata kesehatan telah ditetapkan pemerintah sebagai salah satu Program Strategis Nasional (PSN).

Rumah Sakit Premier Bintaro (RSPB) pun ikut fokus memberikan layanan wisata medis, yang ditandai dengan penetapan RSPB sebagai RS penyelenggara wisata medis berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor: HK.02.2/1/3585/2022 tertanggal 31 Oktober 2022.

Sebelumnya, RSPB juga telah bekerja sama dengan Perhimpunan Kedokteran Wisata Kesehatan Indonesia (Perkedwi) dalam penyelenggaraan wisata medis, yang diteken disaksikan Menkes Budi Gunadi Sadikin pada 10 Oktober 2021. Wisata medis merupakan peluang yang baik untuk meningkatkan pendapatan baik bagi pelaku industri kesehatan, negara, dan juga masyarakat.

RSPB memiliki beberapa program yang diformulasikan secara khusus untuk pasien yang berasal dari luar Jabodetabek. Mulai penjemputan dan pengantaran ke bandara, hingga menggandeng berbagai sektor, seperti penginapan di kawasan Bintaro, wisata kuliner, alam, belanja, pendampingan pasien, dan juga peningkatan kelas kamar perawatan satu tingkat secara cuma-cuma.

CEO RSPB dr Martha ML Siahaan menyampaikan, dengan peningkatan pelayanan dan fasilitas, RS bisa berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan pemerintah ousat maupun daerah dalam mendukung wisata medis. Pihaknya juga menjalin hubungan baik dengan media, yang ikut menyebarluaskan pemberitaan informatif mengenai keunggulan fasilitas kesehatan di Indonesia.

"Diharapkan program wisata medis yang dicanangkan oleh pemerintah dapat membuahkan hasil yang positif dan masyarakat Indonesia dapat menjalankan pengobatannya di dalam negeri," kata Martha di acara rapat kerja Perkedwi Banten, Kota Tangsel, dikutip Kamis (16/11/2023).

Ketua Perkedwi Banten, dr Arius Karman menerangkan, diadakannya raker untuk memberikan motivasi kepada seluruh direktur RS, dokter spesialis, dan layanan lainnya yang terlibat dalam wisata medis untuk terus melakukan inovasi yang menarik bagi pasien. "Tujuannya agar dapat mendorong masyarakat datang ke Banten dan menjadikan Banten sebagai tujuan untuk wisata medis," kata Arius.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement