Rabu 15 Nov 2023 22:19 WIB

PKS Syukuri Penuhi 30 Persen Perempuan DCT Seluruh Dapil

PKS mensyukuri telah memenuhi 30 persen perempuan daftar calon tetap seluruh dapil.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Bilal Ramadhan
Sekretaris Fraksi PKS, Ledia Hanifa Amaliah. PKS mensyukuri telah memenuhi 30 persen perempuan daftar calon tetap seluruh dapil.
Foto: Dok Humas DPR RI
Sekretaris Fraksi PKS, Ledia Hanifa Amaliah. PKS mensyukuri telah memenuhi 30 persen perempuan daftar calon tetap seluruh dapil.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- KPU RI mengumumkan DCT caleg DPR RI. Sekretaris Fraksi PKS DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah bersyukur, PKS menjadi satu-satunya partai yang memenuhi 30 persen penempatan perempuan dalam Daftar Calon Tetap (DCT) seluruh dapil.

Dari 84 dapil yang tersedia, PKS menempatkan 213 perempuan dari 580 caleg DPR RI. Ledia menekankan, ini merupakan pencapaian yang patut disyukuri karena implementasi Undang-Undang 7/2017 tentang Pemilu.

Baca Juga

"Kesungguhan dukungan PKS ke penguatan peran perempuan dunia politik dan alhamdulillah PKS sejak 2004 sudah konsisten mengimplementasi UU pemilu dengan selalu menempatkan 30 persen kuota lebih perempuan pada DCT," kata Ledia, Rabu (15/11).

Maka itu, Ledia menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah berhasil mendukung terpenuhi kuota 30 persen dari PKS pada DCT caleg DPR RI. Termasuk, DPP PKS yang memastikan caleg-caleg ini memenuhi syarat.

"Hingga lolos tahapan DCT," ujar Ledia.

Apalagi, penempatan perempuan sebagai calon anggota legislatif DPR RI memang bukan perkara mudah dan tidak cuma kepentingan memenuhi jumlah. Seperti caleg laki-laki, caleg perempuan harus memenuhi pertimbangan.

Antara lain soal kapabilitas, popularitas dan elektabilitas dan kemauan dari perempuan itu sendiri. Bahkan, dari yang sudah memenuhi kriteria belum tentu mau maju sebagai caleg dan perlu pendekatan khusus.

"Terutama, untuk bisa menyakinkan, menguatkan perempuan yang memiliki kemampuan untuk siap berkontribusi kepada negeri lewat jalur politik," kata Ledia.

Berdasarkan kenyataan di lapangan itu, Ledia mengingatkan agar semua pihak-pihak untuk menyiapkan sebagai calon-calon politisi sejak awal. Jadi, pendidikan politik harus merata, termasuk kepada kaum perempuan.

Bisa dari kampus, organisasi ke masyarakat, terutama dari partai politik yang punya tanggung jawab untuk membangun pendidikan politik. Sehingga, perempuan tidak hanya diincar saat mendekati pemilihan umum saja.

"Tapi, sudah diberikan kesadaran, pemahaman, kesiapan hingga dilatih untuk siap berkontribusi pada negeri ini lewat jalur politik jauh sebelum pemilu berlangsung," ujar Ledia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement