Selasa 14 Nov 2023 09:16 WIB

TPN Ganjar-Mahfud: Kita tak Ingin Terperangkap Hasil Survei

TPN Ganjar-Mahfud mempunyai survei internal yang tunjukan hasil positif.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Teguh Firmansyah
Mantan panglima TNI yang kini Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Jenderal (Purn) Andika Perkasa (tengah) menanggapi Jenderal Agus Subiyanto yang telah disepakati menjadi panglima TNI terpilih, di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Jakarta, Senin (13/11/2023).
Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Mantan panglima TNI yang kini Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Jenderal (Purn) Andika Perkasa (tengah) menanggapi Jenderal Agus Subiyanto yang telah disepakati menjadi panglima TNI terpilih, di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Jakarta, Senin (13/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Jenderal (Purn) Andika Perkasa, menanggapi hasil survei yang menunjukkan elektabilitas Ganjar-Mahfud yang selalu berada di bawah pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Bahkan, ada tren penurunan dalam beberapa waktu terakhir.

"Kita kan selalu dari awal ya, berusaha untuk merangkum berbagai survei. Itu supaya kita tidak misalnya terperangkap oleh out layers, ya atau yang anomali," ujar Andika di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Jakarta, Senin (13/11/2023).

Baca Juga

TPN sendiri tetap menghimpun hasil survei yang dirilis oleh banyak lembaga. Namun, TPN Ganjar-Mahfud juga memiliki survei internal yang menunjukkan tren positif dari pasangan yang diusung empat partai politik itu.

"Itu mungkin akan membedakan, tapi semuanya kita menerimanya secara positif kok. Kalau memang terlalu jauh itu di mana sih letaknya, apa yang membuat kita lebih? kan biasanya ada kemudian sundulan-sundulan kecilnya yah," ujar Andika.

Indikator Politik Indonesia melakukan simulasi tiga pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres). Pertama yang dilakukan adalah merekam elektabilitas personal dari Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Rasyid Baswedan jelang pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Teratas adalah elektabilitas Prabowo pada medio 27 Oktober hingga 1 November 2023 sebesar 40,6 persen. Angka tersebut meningkat dari dua hasil survei sebelumnya, yakni pada 2-10 Oktober 2023 (37,0 persen) dan 16-20 Oktober 2023 (37,0 persen).

Di bawah Prabowo adalah Ganjar, dengan elektabilitas pada medio 27 Oktober hingga 1 November 2023 sebesar 27,8 persen. Angka tersebut cenderung turun dibandingkan dua survei sebelumnya, yakni pada 2-10 Oktober 2023 (34,5 persen) dan 16-20 Oktober 2023 (34,8 persen).

Sedangkan Anies selalu berada di posisi buncit dalam tiga survei terakhir yang digelar Indikator Politik Indonesia, yakni pada 2-10 Oktober 2023 (21,9 persen) dan 16-20 Oktober 2023 (22,3 persen). Namun angka tersebut cenderung terus meningkat, di mana terakhir pada 27 Oktober hingga 1 November 2023 menjadi 23,7 persen.

Namun, elektabilitas personal Prabowo menurun dalam simulasi pasangan dengan Gibran Rakabuming Raka. Elektabilitas pasangan yang diusung Koalisi Indonesia Maju itu sebesar 39,7 persen.

Berbeda dengan yang terjadi dengan Ganjar dan Anies. Mahfud MD dan Abdul Muhaimin Iskandar justru menaikkan suaranya dalam simulasi pasangan. Ganjar-Mahfud (30,0 persen) dan Anies-Muhaimin (24,4 persen).

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement