Selasa 24 Oct 2023 15:26 WIB

Kala Anies Khawatirkan Masa Depan Peneliti-Peneliti Lembaga Survei

Anies menegaskan, bahwa hasil survei tidak menentukan keterpilihan capres-cawapres.

Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar hadir melakukan medical check up di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Sabtu (21/10/2023).
Foto: Republika/ ALI MANSUR
Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar hadir melakukan medical check up di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Sabtu (21/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Eva Rianti, Rizky Suryarandika, Fauziah Mursid

Calon presiden (capres) dari Partai Nasdem dan partai koalisinya, Anies Baswedan, menanggapi ihwal sejumlah survei atau jajak pendapat yang menyebutkan bahwa elektabilitasnya paling rendah dibandingkan capres lainnya, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. Anies justru menyinggung para peneliti dan mengomparasikan pada pengalamannya sewaktu maju dalam Pilkada DKI Jakarta. 

Baca Juga

"Saya mengkhawatirkan masa depan dari peneliti-penelitu ini sebetulnya. Tapi, ya enggak papa mereka semua pasti melakukan survei pasti ada metodenya, pasti mereka bisa mempertanggungjawabkannya," kata Anies dikutip dari akun Instagram resminya, Selasa (24/10/2023). 

Anies menegaskan bahwa hasil survei tidak menentukan keterpilihan capres-cawapres. Dia menekankan yang menjadi penentu adalah suara rakyat saat pencoblosan pada 2024 mendatang. 

"Pemilu tidak berdasarkan survei. Pemilu itu nanti sensus pada saat 14 Februari 2024 pada saat itulah kita akan melihat pandangan masyarakat yang sesungguhnya," ujar dia. 

Mantan gubernur DKI tersebut juga mengungkapkan tentang pengalamannya saat maju sebagai orang nomor satu di DKI Jakarta pada 2017 yang silam. "Dan pengalaman kami di Jakarta, belum pernah ada survei yang menempatkan kami nomor dua, apalagi nomor satu, bahkan seminggu sebelum Pilkada Jakarta kami masih tetap nomor tiga dengan selisih yang amat jauh. Lalu ketika terjadi Pilkada suasananya berubah sekali, angkanya lain sekali. Dan kita tahu yang menang yang mana," kata dia. 

Dengan penuh rasa percaya diri, Anies pun menyampaikan kepada pada relawan bahwa angka dalam survei itu justru dijadikan pemicu untuk lebih maksimal dalam bekerja dan memenangkannya. 

"Jadi, saya ingin sampaikan kepada semuanya baik relawan angka yang muncul di survei jadikan ini jadi pemicu bagi kita untuk bekerja lebih keras untuk menjangkau lebih banyak dan kami terimakasih sekali tidak perlu bayar mahal-mahal bisa mendapatkan informasi ini semua. Karena sekali survei berapa ratus juta yang harus dikeluarkan," kata dia. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by DPP PKS (@pk_sejahtera)

 

Sebelumnya diketahui, sejumlah survei menunjukkan Anies Baswedan tertinggal dibandingkan capres Prabowo dan Ganjar. Salah satunya, Lembaga Survei Indonesia (LSI). 

Hasil survei terbaru LSI yang dilakukan pada 12-17 Oktober 2023 menunjukkan elektabilitas Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto tertinggi dalam simulasi capres, baik dalam simulasi 34 nama semi terbuka, simulasi tertutup 10 nama, dan simulasi tertutup empat nama. Di bawah Prabowo ada nama Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Dalam simulasi 34 nama semi terbuka, elektabilitas Prabowo mencapai 26,5 persen, diikuti dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan elektabilitas sebesar 24,9 persen, lalu mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebesar 19,8 persen. Lebih lanjut, pada simulasi tertutup 10 nama, elektabilitas Prabowo mencapai 28,3 persen, Ganjar sebesar 27,3 persen, dan Anies Baswedan 21 persen.

Kemudian, dalam simulasi tertutup empat nama, Prabowo Subianto tetap unggul dengan elektabilitas mencapai 33,1 persen, Ganjar Pranowo 31,8 persen, dan Anies Baswedan 25,3 persen. Lalu, Puan Maharani dengan persentase 2,2 persen. Sedangkan 7,5 persen belum menjawab.  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement