Senin 23 Oct 2023 17:41 WIB

Memasuki Musim Hujan, Karhutla Masih Ditemukan di Jambi

Kabut asap sudah tidak ada lagi untuk wilayah Kota Jambi dan sekitarnya.

Asap membubung ke udara dari lokasi pembakaran lahan di Pangkalan Jambu, Merangin, Jambi, Rabu (1/12/2021). Pembukaan lahan baru dengan cara membakar masih sering dilakukan warga di daerah itu, utamanya saat memasuki musim kemarau.
Foto: ANTARA/Wahdi Septiawan/wsj.
Asap membubung ke udara dari lokasi pembakaran lahan di Pangkalan Jambu, Merangin, Jambi, Rabu (1/12/2021). Pembukaan lahan baru dengan cara membakar masih sering dilakukan warga di daerah itu, utamanya saat memasuki musim kemarau.

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI -- Memasuki musim peralihan dari kemarau menuju musim hujan, kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa kabupaten masih saja terjadi dalam sepekan terakhir ini, walaupun kabut asap sudah tidak ada lagi untuk wilayah Kota Jambi dan sekitarnya.

"Meski dengan intensitas hujan ringan, dimana hujan sudah mulai mengguyur sebagian wilayah di Provinsi Jambi bukan berarti karhutla sudah benar habis. Data Satgas Karhutla Jambi mencatat masih ada sejumlah titik api yang harus dipadamkan," kata Anggota Satgas Penanggulangan Karhutla Provinsi Jambi dari Manggala Agni Nufit HR, Senin (23/10/2023).

Baca Juga

Kejadian terakhir karhutla terjadi di Kabupaten Sarolangun, pada Sabtu (21/10/2023) di tiga lokasi yang terbakar, yakni di lokasi Desa Lubuk Kepayang, Kecamatan Air Hitam, titik api ditemukan saat tim Satgas Darat Karhutla Provinsi Jambi melakukan pemeriksaan ke lapangan di lahan kosong yang terbakar berupa semak belukar.

"Luas lahan yang terbakar kemudian berhasil dipadamkan oleh tim satgas karhutla di Tebo seluas 1,8 hektare," kata Nufit.

 

Kemudian, lokasi kedua berada di kecamatan yang sama, dengan luas lahan yang terbakar 1,6 hektare yang merupakan lahan milik masyarakat, kemudian ada kanal sebagai sumber air untuk memadamkan, sehingga tidak terlalu menyulitkan tim saat memadamkan api.

Kemudian di lokasi ketiga pemadaman dilakukan oleh pihak perusahaan PT BKS dengan luas lahan yang terbakar 7,8 hektare milik mereka. Nufit juga menambahkan lahan perusahaan yang terbakar dipadamkan oleh tim setelah melakukan pemadaman dari dua sisi secara langsung, yakni Manggala Agni dengan sumber air secara estafet dari kanal sementara PT BKS melakukan pemadaman di dua sisi dengan sumber air mobil pemadam.

Kemudian, pemadaman udara juga dilakukan pada hari yang sama yakni berlokasi di Kabupaten Muarojambi, tepatnya Desa Pulau Mentaro, Kecamatan Kumpeh. Pemadaman itu merupakan pemadaman lanjutan hari keenam setelah api ditemukan. Dari lahan yang terbakar yang berhasil dipadamkan seluas tiga hektare, sementara total luas lahan yang terbakar belum diketahui.

Untuk lahan di Muarojambi, vegetasinya semak belukar dengan jenis tanah gambut di mana lahan itu milik masyarakat. Tim memadamkan api menghadapi sejumlah kendala yakni ketika kepala api sudah berhasil dikendalikan kemudian muncul api baru dengan jarak lebih kurang 150 meter dari lokasi utama.

"Itulah yang menjadi kendala di lapangan tim Satgas Karhutla meskipun saat ini sudah mulai memasuki musim hujan di Jambi," kata Nufit HR.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement