Ahad 22 Oct 2023 17:10 WIB

Bersama Relawan Ganjar Ronggolawe, Warga Tuban Jaga Eksistensi Budaya Islam Nusantara

Acara tersebut dibalut dengan tema Festival Fashion Islami.

Aksi teatrikal di Lapangan BMT, Surya Raharja, Gesikharjo, Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Foto: Dok. Web
Aksi teatrikal di Lapangan BMT, Surya Raharja, Gesikharjo, Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUPATEN TUBAN -- Ribuan masyarakat tumpah ruah menyaksikan kegiatan yang dilakukan oleh relawan GP Ronggolawe di Lapangan BMT, Surya Raharja, Gesikharjo, Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. 

Acara tersebut berlangsung sejak malam hari dan mendapatkan beragam respons positif dari seluruh elemen masyarakat, pegiat seni, fashion dan penikmat budaya islam di Kabupaten Tuban.

Baca Juga

Acara tersebut dibalut dengan tema Festival Fashion Islami dan Teatrikal Resolusi Jihad, dengan menampilkan puluhan peserta fashion show bertemakan islam dan penampilan teatrikal yang memukai ribuan pasang mata.

Pasangan Peserta Fashion Islami dalam kegiatan tersebut, Faiqotuz Zahroh dan Hafiizh Dwi Pranawa mengaku senang dan bangga atas kesempatan dan ruang yang diberikan untuk pegiat industri fesyen di Tuban.

 

Selama ini, mereka merasa minimnya acara tersebut yang menyebabkan kurangnya apresiasi dan ruang kreativitas bagi para pemuda di Kabupaten Tuban.

"Belum semua generasi muda di Tuban mau terjun di dunia kreatif terutama industri fashion, kebanyakan dari kita tidak yakin dan percaya diri untuk terjun ke dunia fashion tersebut," kata Hafiizh.

Faiq Hafiizh berharap kegiatan serupa semakin diperbanyak agar pemuda Kabupaten Tuban lebih percaya diri, kreatif dan inovatif di era teknologi saat ini.

"Semoga kesempatan ini menjadi ajang pembuktian kita di mana pun bisa maju tetap menginspirasi dan inovatif khususnya melalui industri fashion," ujar Hafiizh.

Dalam acara tersebut Faiq dan Hafiizh mengenakan kostum bernuansa timur tengah dibalut dengan kain batik khas nusantara.

"Ini akulturasi dua budaya, yaitu timur tengah dan nusantara, baju hitam dan kain batik Tuban sebagai simbol semakin mempererat Indonesia dan negara Arab," kata Hafiizh.

Tak hanya pegiat budaya dan pecinta budaya keislaman yang merasakan manfaatnya. Sejumlah UMKM yang berjualan di tempat acara merasa diuntungkan dengan adanya kegiatan tersebut dengan banyaknya pembeli yang menghampiri dagangannya.

Selain itu, kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka memperingati momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober.

Masih di Tuban, relawan yang sama sebelumnya menggelar turnamen olahraga elektronik (e-Sport) “mobile legends” untuk mencetak atlet daerah yang diharapkan dapat berprestasi di kancah nasional.

“Turnamen ini pesertanya menyasar milenial agar ke depan masih dapat mengikuti e-Sport di level lebih tinggi,” ujar Korwil GP Ronggalawe Tuban Abdurrohim, demikian dilansir dari Antara

 

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement