Rabu 04 Oct 2023 16:39 WIB

Survei LSI per September 2023: Prabowo Salip Ganjar Unggul 3,6 Persen

Prabowo meraih elektabilitas sebesar 34 persen, dan Ganjar 30,4 persen versi LSI .

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Erik Purnama Putra
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto bertemu di Lanud Adi Soemarno, Solo, Jawa Tengah.
Foto: Dok. Republika
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto bertemu di Lanud Adi Soemarno, Solo, Jawa Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei yang menempatkan bakal calon presiden (bacapres) Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto menyalip Ganjar Pranowo per September 2023. Dalam simulasi tiga nama, Prabowo meraih elektabilitas sebesar 34 persen.

Adapun bacapres PDIP Ganjar Pranowo di angka 30,4 persen atau selisih 3,6 persen dan capres Koalisi Perubahan Anies Rasyid Baswedan memperoleh 22 persen.

Hasil itu berbalik dibandingkan per survei Agustus 2023. Pada bulan lalu, Ganjar unggul di angka 37 persen dan Prabowo meraup 35,3 persen.

Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan mengatakan, survei itu menunjukan Ganjar dan Prabowo sama-sama kuatnya. Sehingga tidak ada perubahan signifikan dari tiga nama jika bertarung pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Mungkin kita bisa melihat Ganjar dan Prabowo sama kuat, maka kalau misalnya survei seblumnya Ganjar unggul tipis dan sekarang Prabowo unggul tipis, penjelasannya belum ada perubahan yang berarti terhadap dukungan nama ini," ujar Djayadi dalam survei bertema 'Isu-Isu Sepak Bola dan Pilihan Politik' di Jakarta, Rabu (4/10/2023).

Meski begitu. kata Djayadi, jika dilihat dari tren pilihan presiden simulasi tiga nama, terdapat sedikit penurunan untuk Ganjar maupun Prabowo dari Juli ke September 2023. Tetapi, dibandingkan April 2023 Ganjar dan Prabowo, posisinya justru alami kenaikan.

"Dan turun mereka dalam dua bulan terakhir tidak siginifikan, turunnya di kisaran satu sampai dua persen. Sementara Anies Baswedan itu kalau dibandingkan Juli stabil, tetapi kalau dibandingkan dengan April, Anies cederung turun dalam simulasi 3 nama," ujar Djayadi.

Sementara jika dilakukan simulasi dua nama, Djayadi menyebut, peluang menang paling besar adalah Prabowo dibandingkan Ganjar dan Anies. Dia menuturkan, jika Anies berhadap-hadapan dengan Ganjar, peluang menang untuk Ganjar lebih besar dengan persentase 47,6 persen dan Anies 33,1 persen.

Kemudian, jika Anies bertarung dengan Prabowo pada Pilpres 2024, sambung dia, persentase kemenangan Prabowo mencapai 50,2 persen dan Anies 26 persen. Begitu juga jika Prabowo head to head dengan Ganjar, Prabowo peluang menang dengan 45,7 persen atau unggul 11 persen dari Ganjar di angka 34,4 persen.

"Dibandingkan survei Agustus lalu Prabowo unggul di kisaran lima persen kalau berhadapan dengan Ganjar di putaran dua, tetapi ini kita liat ada kenaikan signifikan keunggulan Prabowo dari lima persen menjadi 11 persen pada September 2023 ini. Apa yang menjelaskan itu adalah pola perpindahan dari tiga nama ke dua nama," ujar Djayadi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement