Kamis 21 Sep 2023 17:16 WIB

Djarot: Kaesang Pelajari Dulu Sebelum Bergabung dengan PSI

Djarot mengimbau Kaesang mempelajari dulu seluk beluk PSI sebelum bergabung.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Bilal Ramadhan
Putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep. Djarot mengimbau Kaesang mempelajari dulu seluk beluk PSI sebelum bergabung.
Foto: @erinagudono
Putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep. Djarot mengimbau Kaesang mempelajari dulu seluk beluk PSI sebelum bergabung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengaku belum mendapatkan informasi benar atau tidaknya Kaesang Pangarep masuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Namun, putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu diminta untuk tidak terburu-buru dalam menentukan sikap.

Ketua DPP PDIP, Djarot Saeful Hidayat meminta Kaesang untuk mempelajari PSI secara menyeluruh. Salah satunya mempelajari anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai tersebut.

Baca Juga

"Coba dilihat, dipelajari dulu bagaimana anggaran dasar anggaran rumah tangga partai itu, dievaluasi juga, kemudian dipelajari juga. Apakah ideologi dari partai tersebut dan apakah ideologi itu benar-benar bisa diterjemahkan di dalam program perjuangan partai," ujar Djarot di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (21/9/2023).

"Bisa juga dilihat, dievaluasi, atau direnungkan, atau dipelajari bagaimana tata kelola organisasi partai politik itu," sambungnya.

 

PSI juga dipertanyakannya, apakah bisa menjadi partai yang sehat atau hanya pihak yang mementingkan pencitraan dalam meraih elektoral. Termasuk proses kaderisasi di partai tersebut.

"Semua partai, tentang keputusan itu ada di tangan yg bersangkutan, Mas kaesang sudah dewasa, sudah mandiri, sudah berumah tangga, ya kita serahkan. Tapi saran saya adalah jangan grusa-grusu, jangan kesusu, pikirkan masak-masak," ujar Djarot.

Di samping itu, PDIP juga memiliki aturan yang melarang adanya kader partai politik lain dalam satu keluarga inti. Namun dalam kasus kali ini mungkin berbeda, karena Kaesang sudah memiliki keluarga sendiri, terpisah dari Joko Widodo (Jokowi).

"Kemudian kalau di luar keluarga inti apa? nah ini menjadi catatan. Misalnya saya punya adik, sudah berumah tangga, kemudian dia menjadi pengurus partai lain, itu catatan bagi saya, berarti saya tidak mampu untuk melakukan proses pendidikan politik, proses penyadaran, proses yang menyangkut persoalan pilihan politik kepada adik saya," ujar Djarot.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement