Rabu 20 Sep 2023 11:41 WIB

Pandawa Ganjar Ajak Latihan Antisipasi dan Cara Atasi Kebakaran Lahan Gambut

Kebakaran lahan gambut cukup sulit dipadamkan.

Pelatihan penanganan dan pencegahan kebakaran lahan gambut di Aula KNPI Kalimantan Selatan, Jalan Lanbung Mangkurat Nomor 2, Kelurahan Kertak Baru Ulu, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin.
Foto: Dok. Web
Pelatihan penanganan dan pencegahan kebakaran lahan gambut di Aula KNPI Kalimantan Selatan, Jalan Lanbung Mangkurat Nomor 2, Kelurahan Kertak Baru Ulu, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN -- Kelompok relawan Pandawa Ganjar terus memberikan edukasi kepada pemuda milenial dan generasi Z untuk sama-sama mengantisipasi dan menanggulangi kebakaran lahan gambut yang marak terjadi di Kalimantan Selatan (Kalsel). Karena itu, kelompok relawan tersebut menggelar pelatihan penanganan dan pencegahan kebakaran lahan gambut di Aula KNPI Kalimantan Selatan, Jalan Lanbung Mangkurat Nomor 2, Kelurahan Kertak Baru Ulu, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin. 

Koordinator Wilayah (Korwil) Pandawa Ganjar Kalimantan, Nur Ghina Muslimah mengatakan, pihaknya menyasar pemuda milenial dan generasi Z untuk concern terhadap permasalahan lingkungan tersebut.

Baca Juga

"Kami melaksanakan kegiatan ini di Kalsel supaya teman-teman generasi milenal sepenuhnya merespons permasalahan itu di Kalsel," katanya.

Ghina menyatakan, kebakaran lahan gambut cukup sulit dipadamkan. Diperlukan pemahaman yang holistik tentang kebakaran lahan. 

Karena itu, Pandawa Ganjar menghadirkan dua pemateri dari akademisi dan satgas pemadam kebakaran untuk memberikan edukasi kepada para peserta.

"Kebakaran gambut meskipun apinya dipadamkan, tekstur tanahnya itu masih  mengendap seperti dijelaskan pemateri. Itu menghasilkan asap. Asap muncul setelah api padam. Kebakaran bisa terjadi lagi," ucapnya.

Pelatihan ini sebagai bentuk kepedulian Ganjar Pranowo melalui relawannya terhadap lingkungan khususnya kebakaran lahan gambut.

"Jadi, kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian Pak Ganjar bahwa Pak Ganjar peduli terhadap lingkungan, khususnya mengenai kebakaran lahan gambut," katanya.

Dalam kesempatan itu, Pandawa Ganjar mengajak puluhan milenial yang hadir untuk berpartisipasi mencegah dan menangani bencana tersebut.

Rijali sebagai pemateri dan Satgas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kalsel mengatakan dirinya menyampaikan kiat-kiat menghadapi musim kemarau dan cara mengantisipasi kebakaran lahan.

"Kami menyampaikan materi kepada peserta tentang bagaimana menghadapi cuaca kemarau dan mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan agar tak terjadi," katanya.

Rijali juga memberikan praktik cara memadamkan api yang baik dengan menggunakan alat pemadam api ringan (apar).

"Untuk pelatihan, sistem pemadaman manual menggunakan apar yang biasa dipakai di permukiman, alat-alat elektronik yang mengalami korsleting listrik di perumahan," ujarnya.

Septiansyah sebagai peserta pelatihan menanggapi bagusnya materi yang diberikan. Misalnya, bahaya kebakaran lahan gambut dan cara menanggulanginya. Menurut dia, pemuda juga bisa turut aktif mencegah kebakaran itu

"Tanggapan saya, materi yang diberikan sangat menarik. Seperti bahayanya kebakaran lahan gambut. Cara memadamkan apinya seperti apa," katanya.

Adapun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Selatan (BPBD Kalsel) telah menggandeng Badan Pertanahan Nasional (BPN) wilayah setempat untuk mendata kepemilikan lahan guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi tersebut.

Kepala BPBD Kalsel, Raden Suria Fadliansyah, menuturkan langkah tersebut untuk mengajak para pemilik lahan dapat berpartisipasi aktif mencegah kebakaran lahan yang dapat menyebabkan bencana kabut asap.

“Hingga saat ini upaya penanggulangan masih kita lakukan, kita sudah berkoordinasi dengan BPN agar mendata para pemilik lahan, khususnya di wilayah Ibu Kota Kalsel,” kata Suria usai pelaksanaan Rapat Koordinasi dan Konferensi Pers Penanggulangan Bencana di Banjarbaru, demikian dilansir dari Antara. 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement