Ahad 27 Aug 2023 20:09 WIB

Upaya Lestarikan Khazanah Kuliner Banjarmasin Turut Dilakukan Ganjar Milenial Center

Pais patin merupakan satu dari banyak masakan khas daerah di Banjarmasin.

Pelatihan pembuatan makanan pais patin untuk ibu-ibu di Kelayan Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, Kalsel.
Foto: Dok. Web
Pelatihan pembuatan makanan pais patin untuk ibu-ibu di Kelayan Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, Kalsel.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN -- Kelompok anak muda yang tergabung dalam Ganjar Milenial Center (GMC) Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali hadir dalam programnya untuk menggelar kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat setempat. Kelompok relawan beranggotakan anak-anak muda dan mahasiswa tersebut menggelar pelatihan pembuatan makanan pais patin untuk ibu-ibu di Kelayan Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, Kalsel. 

Koordinator Wilayah GMC Kalsel, Muhammad Iqbal menjelaskan bahwa pelatihan pembuatan pais patin ini menjadi salah satu upaya untuk melestarikan khazanah kuliner tradisional khas Banjarmasin. 

Baca Juga

"Tujuannya ini untuk melakukan pelatihan kepada ibu-ibu bagaimana memasak pais patin berdasarkan bumbu khas banjar. (kemudian) bagaimana kita bisa melestarikan masakan khas Banjar ini, salah satunya pais patin ini agar bisa berkembang di kancah dunia," kata dia seperti dinukil pada Ahad (27/8/2023). 

Iqbal menjelaskan, pais patin merupakan satu dari banyak masakan khas daerah di Banjarmasin. Berbahan dasar ikan patin dengan campuran banyak rempah, kuliner ini mudah dijumpai oleh wisatawan yang berkunjung ke Banjarmasin. 

"Mengingat masyarakat Banjar ini terkenal dengan patinnya yang melimpahkan, dan patin sungai itu memang ikan khas orang banjar, itu selalu diinovasikan masakan-masakan," ujar Iqbal. 

GMC Kalsel menggandeng pelaku usaha kuliner khas Banjarmasin untuk mengajarkan praktik pembuatan pais patin kepada para peserta. Mulai dari pemaparan bahan-bahan, hingga cara pengolahan turut diajarkan dalam pelatihan ini. 

Para peserta nampak antusias mengikuti pelatihan tersebut. Meski status mereka adalah warga Banjarmasin, namun masih banyak di antara mereka yang belum mengetahui cara pembuatan ikan pais. 

Iqbal berharap agar kegiatan ini bisa memotivasi para peserta agar bisa melihat pais patin sebagai sumber ide bisnis kuliner. Sehingga, khazanah penjualan kuliner tradisional di Banjarmasin bisa semakin meningkat. 

"Untuk mendorong ibu-ibu untuk melakukan pembuatan UMKM, ini skalanya lebih besar, mengingat pais patin ini makanan khas yang selalu dijunjung tinggi oleh masyarakat Banjarmasin," kata dia menjelaskan. 

"Kegiatan ini terinspirasi dari sosok Ayah Ganjar. Karena beliau selalu turun ke masyarakat, bagaimana beliau berproses, dan memajukan UMKM," kata Iqbal. 

Sebelumnya, GMC juga mendorong kegiatan pelatihan cara budi daya ikan lele bersama BEM Setia dan Organisasi Masyarakat Banten. Kegiatan tersebut dilakukan di Kampung Cicadas, Desa Kalanganyar, Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten. 

Ketua Kordinator Wilayah Banten Cucu Komarudin mengatakan kegiatan pelatihan budi daya ikan lele itu dilakukan untuk bisa memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekitar yang berkualitas, sekaligus mencipatkan lapangan pekerjaan. 

Dalam kegiatan tersebut, Cucu menjelaskan ada sejumlah yang harus dipersiapkan mulai dari kolam, lahan, air hingga penyebaran bibit ikan. Tujuannya, agar ikan lele bisa berkembang dengan baik. 

Menurut dia, kegiatan itu dilaksanakan hasil permintaan anak muda sekitar yang menginginkan desa mereka dikenal sebagai penghasil ikan lele. "Ini diusulkan oleh para pemuda dan milenial kepada GMC untuk menjadikan desa perternakan. Kegiatan ini untuk mempererat talisilaturahmi dengan masyarakat dan mahasiswa," ungkap Cucu seperti dinukil dari Antara

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement