Kamis 17 Mar 2022 21:44 WIB

Tanah Bumbu Siap Jadi Penyangga Pangan IKN

Tanah Bumbu menjalankan program sapi kerbau andalan negeri (Sikomandan).

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi
Peternak menunggui sapi miliknya (ilustrasi). Tanah Bumbu siap jadi penyangga pangan IKN Nusantara di Kaltim.
Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto
Peternak menunggui sapi miliknya (ilustrasi). Tanah Bumbu siap jadi penyangga pangan IKN Nusantara di Kaltim.

REPUBLIKA.CO.ID, TANAH BUMBU -- Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, mempersiapkan diri sebagai penyangga pangan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur dengan menjalankan program sapi kerbau andalan negeri (Sikomandan).

"Sikomandan merupakan program peningkatan jumlah populasi hewan ternak seperti kerbau dan sapi. Melalui program tersebut Tanah Bumbu mempersiapkan diri sebagai penyangga kebutuhan daging di Ibukota baru," kata Plt Kepala Dinas Pertanian Tanah Bumbu H Hairudin didampingi Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Berkat di Batulicin, Kamis (17/3/2022).

Baca Juga

Dia katakan, kini pemerintah daerah melakukan kerja sama dengan PT Banua Karya Bhakti, PT Hutan Rindang Banua dan PT Jhonline untuk mengintegrasikan manajemen perusahaan dengan mengembangkan dan penggemukan hewan ternak sapi. Bahkan tiga perusahaan tersebut sudah memiliki 1.760 ekor sapi sebagian siap dipotong dan sebagian ada yang sedang hamil.

Dinas Pertanian Tanah Bumbu Bidang Peternakan juga menggenjot program Gertak Birahi dan Inseminasi Buatan (GB-IB) pada ternak sapi milik masyarakat agar jumlah populasi sapi dan kerbau semakin meningkat. "Saat ini total populasi ternak sapi dan kerbau di Tanah Bumbu mencapai 20.060 ekor sedangkan kebutuhan daging bagi masyarakat Tanah Bumbu itu sendiri mencapai 360 ekor sapi/tahun," ujarnya.

Artinya dengan banyaknya ketersediaan jumlah sapi yang siap potong. Maka Tanah Bumbu siap menjadi penyangga pangan khususnya untuk memenuhi kebutuhan daging di ibukota baru.

Tanah Bumbu merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam, baik di bidang pertanian, perikanan dan perkebunan. "Kesiapan pemerintah daerah sebagai penyangga pangan IKN juga didukung dengan luas lahan pangan berkelanjutan mencapai 16.535 hektare," papar Berkat.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement