Ahad 27 Aug 2023 21:57 WIB

WNI Asal Sumbar Yang Dibunuh di Jepang Dikenal Sebagai Siswi Berprestasi

Josi dikenal sebagai siswi berprestasi hingga bisa lanjutkan studi ke Jepang.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Esthi Maharani
WNI dibunuh di Jepang
Foto: pn-sabang.go.id
WNI dibunuh di Jepang

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG PARIAMAN - Suasana duka menyelimuti keluarga besar Josi Putri Cahyani (23 tahun), warga Negara Indonesia (WNI) yang dibunuh di Jepang. Josi diketahui berasal dari Korong Lancang, Nagari Aur Malintang Selatan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar).

Kerabat Josi di Padang Pariaman, Ardines, mengatakan, Josi selama ini dikenal sebagai siswi berprestasi sehingga ia mendapatkan kesempatan melanjutkan studi ke Negeri Sakura. Namun nahas, di Jepang, Josi diduga dibunuh.

Baca Juga

Josi diketahui hilang kontak sejak Kamis (17/8/2023) sebelum Kepolisian Prefektur Gunma menemukan mayatnya pada Selasa (22/8/2023) sore. Josi dalam pesan terakhirnya memberi tahu bahwa dia sedang bersama kenalannya yang merupakan seorang pria berkewarganegaraan Jepang bernama Keiichiro Kajimura.

"(Josi) Anaknya pintar, menguasai bahasa Korea dan Jepang. Ia juara satu terus. Juara 3 secara nasional di SMK Penerbangan. Di Jakarta les bahasa Jepang dapat penghargaan," kata Ardines, Ahad (27/8/2023).

Menurut Ardines, mulai dari SD hingga SMP, ia selalu mendapatkan nilai bagus dan ranking satu. Ardines mengatakan, setelah tamat SMP, Josi kemudian melanjutkan sekolahnya di SMK Nusantara Penerbangan. Usai tamat, ia mengikuti ayahnya di Jakarta.

Sebelum berangkat ke Jepang, Josi, kata Ardines, sempat dilarang ayahnya karena khawatir pergi terlalu jauh. Demi mencegah Josi pergi ke Jepang, ayahnya berjanji akan memberikan modal untuk berusaha.

Tapi, niatan Josi untuk melanjutkan studi ke Jepang tak dapat dibendung. Dia berangkat ke Jepang pada 3 April 2023 lalu. Baru beberapa bulan di Jepang, Josi justru menemui ajalnya.

Kematian Josi pertama kali dikonfirmasi oleh Indonesian Community in Japan (ICJ) melalui postingan di Facebook, pada Rabu (23/8/2023). Salah seorang anggota grup, Rosalia Bratanegara, mengungkapkan, Josi telah meninggalkan asrama tempat tinggalnya, Nihonggo Gakkounya, dua pekan sebelum dilaporkan meninggal dunia.

Josi, kata Rosalia, telah hilang kontak sejak Kamis (17/8/2023) sebelum Kepolisian Prefektur Gunma menemukan mayatnya pada Selasa (22/8/2023) sore. Josi dalam pesan terakhirnya memberi tahu bahwa dia sedang bersama kenalannya yang merupakan seorang pria berkewarganegaraan Jepang bernama Keiichiro Kajimura.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement