Kamis 24 Aug 2023 07:58 WIB

BPBD Kota Tangerang Semprot Lahan Perkebunan Antisipasi Kekeringan

BPBD juga menyiagakan truk tanki air untuk mengantisipasi kebakaran.

Rep: RR Laeny Sulistyawati/ Red: Agus raharjo
Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendistribusikan air bersih. (Ilustrasi)
Foto: ANTARA/Prasetia Fauzani
Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendistribusikan air bersih. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang melakukan beberapa upaya untuk mengantisipasi kekeringan di wilayah Kota Tangerang, Banten. Upaya ini termasuk menyemprot lahan perkebunan.

"Untuk antisipasi kekeringan kami hanya bertugas menyemprot lahan-lahan perkebunan yang kering, untuk mehindari gesekan panas yang menyebabkan kebakaran," ujar Kepala BPBD Kota Tangerang Maryono Hasan kepada Republika.co.id, Rabu (23/8/2023) malam.

Baca Juga

Begitu juga dengan rumput-rumput di lapangan bola yang sudah kering. Ia menambahkan, kaitan dengan air bersihnya sampai saat ini masih terkendali dari perusahaan daerah air minum (PDAM) Kota Tangerang.

Terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kota Tangerang Gufron Falfeli mengaku, sebagai antisipasi kekeringan, krisis air atau pun kebakaran, BPBD telah menyiapkan lima truk tangki air.

Mulai dari kapasitas 3.300 liter, 6.000 liter, hingga 18 ribu liter lengkap dengan mensiagakan ratusan personel di delapan lokasi. Yakni satu Markas Komando, empat UPT, dan tiga pos selama 24 jam penuh.

"Saat ini kondisi secara umumnya di Kota Tangerang masih dalam kategori aman. Musim kemarau dan cuaca yang terik seperti saat ini memang berpotensi menjadi penyebab kebakaran di wilayah Kota Tangerang," ujar Gufron, Rabu (23/8/2023).

Dia menjelaskan, pada dua pekan terakhir ini sudah 16 kasus kebakaran di wilayah Kota Tangerang yang ditangani BPBD Kota Tangerang. Empat di antaranya merupakan kebakaran pada rumput liar atau lahan kering dan kosong, serta sisanya merupakan kebakaran gedung atau rumah akibat korsleting listrik.

"Kebakaran lahan kering ini disebabkan oleh kelalaian dalam beraktivitas. Seperti melakukan pembakaran sampah atau pembuangan puntung rokok sembarangan. Ini perlu menjadi perhatian semua pihak, karena biasanya BPBD menangani kasus lahan kering hanya satu atau dua saja setiap bulannya," ujar Gufron.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement