Ahad 20 Aug 2023 22:10 WIB

BI Maluku Ajak Jemaat Gereja di Ambon Manfaatkan QRIS

BI ingin QRIS diketahui dan dipahami masyarakat kegunaannya.

Pembeli mencoba memindai QRIS untuk pembayaran nontunai (ilustrasi).
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Pembeli mencoba memindai QRIS untuk pembayaran nontunai (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON -- Bank Indonesia perwakilan Provinsi Maluku mengajak jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) di  Negeri Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon memanfaatkan fasilitas pembayaran nontunai berupa  Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

"Kita ingin semua masyarakat Maluku bisa memanfaatkan QRIS termasuk jemaat gereja karena bertransaksi menjadi lebih mudah, efektif dan efisien," kata Unit Sistem Pembayaran BI Provinsi Maluku Alnopri di Ambon, kemarin.

Baca Juga

Ajakan tersebut disampaikan pada sosialisasi bersama Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AM-GPM) pada sembilan ranting yang tergabung dalam Gereja Protestan Maluku Imanuel. Menurut dia saat ini BI sedang mengadakan pekan QRIS nasional pada 14-20 Agustus 2023 dan di Maluku pihaknya menggandeng jemaat gereja untuk menyosialisasikan QRIS.

"Kami ingin QRIS diketahui dan dipahami masyarakat kegunaannya," kata dia.

Ia menjelaskan, bagi masyarakat yang hendak bertransaksi dengan QRIS cukup memindai kode QR dari aplikasi pembayaran, memasukan nominal dan memastikan nama pedagang telah sesuai lalu masukkan PIN, dan bayar. Ia menyampaikan saat ini QRIS juga telah diterapkan sebagai salah satu metode pembayaran di berbagai sektor, sehingga mendorong efisiensi perekonomian. 

Manfaat yang diperoleh tidak terbatas untuk transaksi perdagangan ritel di berbagai komunitas baik di pasar tradisional maupun modern dan universitas, tapi juga digunakan untuk e-ticketing pariwisata, pendidikan, pesantren, transportasi, parkir, e-retribusi pemda, donasi sosial dan keagamaan. "Banyak pengguna yang menyediakan pembayaran dengan QRIS bukan saja dengan pembelian barang atau pembayaran jasa tetapi juga di donasi seperti gereja, masjid, rumah ibadah, dan tempat sosial lainnya," ujarnya.

Karena itu BI terus mendorong supaya masyarakat semakin mengenal QRIS dengan menyasar berbagai segmen baik ASN, Aparat penegak hukum, masyarakat gereja, masjid, dan juga rumah ibadah.

"BI juga sudah melakukan sosialisasi di Kampus Universitas Pattimura, pedagang pasar, ibu-ibu PKK agar semakin paham dengan transaksi digital," ujarnya.

Sementara, Ketua Majelis Jemaat GPM Imanuel Negeri Amahusu Linda Sahetapy menyampaikan dengan adanya sosialisasi terkait QRIS membuat masyarakat lebih mencintai rupiah tetapi dan juga bisa memanfaatkan fasilitas perbankan untuk berbagai pelayanan Ia juga mengajak jemaat gereja memanfaatkan QRIS untuk berbagai keperluan.

 

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement