Sabtu 12 Aug 2023 06:57 WIB

Tangan Pelajar di Bogor Terjepit Mesin Penggiling Saat Praktikum

Polisi menyelidiki unsur kelalaian sekolah soal tangan SC terjepit mesin penggiling.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Erik Purnama Putra
Gedung SMKN 1 Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Foto: Dok SMKN 1 Gunung Putri
Gedung SMKN 1 Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Tangan seorang pelajar SMK Negeri 1 Gunung Putri, Kabupaten Bogor berinisial SC (18 tahun), terjepit ke mesin penggiling saat praktikum di sekolah. Saat ini, Polsek Gunung Putri sedang menyelidiki apakah ada kelalaian pihak sekolah atau kepala laboratorium dalam kejadian itu.

Kapolsek Gunung Putri, Kompol Bayu Tri Nugraha, mengatakan, peristiwa kecelakaan saat praktikum terjadi pada Jumat (11/8/2023). Personel Polsek Gunung Putri telah melakukan pemeriksaan ke tempat kejadian perkara (TKP).

"Anggota kami sudah mengecek ke TKP dan melakukan penyelidikan apakah yang menjadi penyebabnya," kata Bayu ketika dikonfirmasi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat malam WIB.

Bayu mengatakan, saat ini korban sedang dirawat di Rumah Sakit Thamrin Cileungsi. Dari laporan yang diterimanya, kondisi korban juga sudah kembali normal setelah sempat syok. "Alhamdulillah kondisi korban sudah stabil," ujarnya.

 

Kepala Seksie Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor, Asan, mengatakan, petugas damkar menerima laporan permintaan evakuasi lengan siswi terjepit ke dalam mesin giling sekitar pukul 10.14 WIB. Laporan itu disampaikan oleh suami dari Kepala SMKN 1 Gunung Putri.

 

"Tim menerima informasi bahwa terdapat siswi SMKN 1 Gunung Putri yang lengannya terjepit mesin giling saat melakukan praktik di sekolahnya," kata Asan. Dia menjelaskan, tim rescue damkar bergegas meluncur melakukan proses penyelamatan dan tiba di lokasi sekitar pukul 10.40 WIB.

Usai melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, kata Asan, petugas menyiapkan alat pendukung, seperti helm, senter, sarung tangan, lukas, gurinda, dan hooligan tools. Tangan korban yang terjepit mesin penggiling hingga bagian lengan bisa dievakuasi sekitar 30 menit kemudian. "Korban akhirnya berhasil dievakuasi dengan kondusif," ujar Asan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement