Jumat 11 Aug 2023 20:19 WIB

Soal Kepastian Merapat ke Kubu Prabowo, Elite Golkar: Tunggu Pengumuman Ketum

Sebelumnya Hashim mengklaim Golkar akan mendukung Prabowo di Pilpres 2024.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Andri Saubani
Tangkapan layar Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto menyatakan bahwa partainya solid dan siap menghadapi pemilihan umum (Pemilu) 2024, lewat keterangan video yang diunggah Rabu (9/8/2023) malam.
Foto: Tangkapan layar
Tangkapan layar Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto menyatakan bahwa partainya solid dan siap menghadapi pemilihan umum (Pemilu) 2024, lewat keterangan video yang diunggah Rabu (9/8/2023) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Golkar dikabarkan sudah memutuskan pilihan merapat ke Prabowo Subianto yang merupakan capres Partai Gerindra. Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono, meminta publik bersabar menanti pengumuman resmi.

Sayangnya, Dave belum memberikan konfirmasi tentang kebenaran dari kabar itu. Ia menegaskan, pengumuman capres yang mereka dukung di Pilpres 2024 akan dilakukan langsung Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto.

Baca Juga

"Nanti biar Pak Airlangga Hartarto umumkan," kata Dave kepada Republika, Jumat (11/8/2023).

Kabar merapatnya Partai Golkar ke Prabowo Subianto memang bukan kabar burung. Sebab, itu disampaikan langsung Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra yang merupakan adik Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo.

"Saat ini, yang sudah cenderung sangat cenderung dukung Prabowo adalah PAN dan yang saya tahu karena saya juga hadir dari Golkar," ujar Hashim.

Ia turut menyampaikan kalau kakaknya yang merupakan capres dari Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) sempat menerima kunjungan Airlangga Hartarto. Dilakukan beberapa pekan lalu ditemani Sekjen dan Bendahara.

Hashim mengaku hadir dalam pertemuan itu walaupun tidak ikut dalam diskusi-diskusi antara mereka. Setelah pertemuan, ia mengungkapkan, terdapat sinyal-sinyal positif yang ditangkap dari wajah mereka.

"Semua senyum-senyum, Pak Prabowo, Pak Muzani, senyum-senyum. Pak Airlangga, Pak Lodewijk dan Pak Dito juga senyum," kata Hashim.

Partai Golkar sendiri baru saja dilanda berbagai angin kencang. Mulai dari pemanggilan Kejagung atas dugaan korupsi kepada Dito Ariotedjo, pemeriksaan 12 jam kepada Airlangga Hartarto sampai isu Munaslub.

Meski begitu, Partai Golkar sudah memberikan sedikit kepastian soal poros yang akan mereka pilih untuk Pilpres 2024 mendatang. Antara lain tidak akan mendukung capres dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan. 

photo
Koalisi Indonesia Bersatu - (infografis republika)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement