Selasa 01 Aug 2023 16:58 WIB

Teringat Omongan Gus Dur Buat PKB Sabar Menunggu Keputusan Prabowo

PKB menegaskan, tidak ada friksi di dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Andri Saubani
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bersama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar. (ilustrasi)
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bersama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PKB masih setia di Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) bersama Gerindra walau nasib jatah posisi bakal calon wakil presiden (cawapres) masih digantung Prabowo Subianto. Ternyata, ada pernyataan almarhum Gus Dur yang membuat PKB sabar menunggu Prabowo.

Wasekjen PKB Syaiful Huda mengatakan, mereka memang harus sabar karena KKIR koalisi terbaik hadapi 2024. Indikasinya, PKB dan Gerindra sama-sama membutuhkan untuk memenuhi 20 persen presidential threshold.

Baca Juga

Hitungan Huda, PKB merupakan partai politik yang memenangkan Pemilu 2019 di Jawa Timur dan pemenang kedua di Jawa Tengah. Pada saat yang sama, Partai Gerindra merupakan pemenang pemilu di Jawa Barat dan Banten.

Artinya, PKB dan Gerindra saling melengkapi. Oleh karena itu, ia protes kepada pihak-pihak yang merasa Gerindra mudah saja meninggalkan PKB karena banyak yang mau merapat ke Partai Gerindra maupun Prabowo Subianto.

"Tapi, Prabowo kalah dua kali pilpres karena tidak mendapat insentif elektoral di Jawa Timur dan Jawa Tengah," kata Huda, Selasa (1/8/2023).

Lalu, ia melihat, dari sembilan partai politik di parlemen, dua ada dua kader terbaik dan jadi satu-satunya matahari tunggal di partai masing-masing yaitu Muhaimin dan Prabowo. Sedangkan, partai lain diisi faksionalisasi.

Ia meyakini, tidak ada friksi-friksi di tubuh PKB maupun Gerindra yang banyak terjadi di partai-partai politik lain di parlemen. Menurut Huda, itu yang membuatnya merasa KKIR harus dipertahankan dan butuh kesabaran.

Kemudian, Huda meyakini perkataan Gus Dur yang menyatakan Prabowo akan menjadi Presiden RI pada akhir usianya yang semakin menua. Satu alasan yang kala itu disampaikan Gus Dur lantara Prabowo orang yang ikhlas.

"Ada satu alasan yang disampaikan Gus Dur ketika ditanya kenapa Prabowo berpotensi menjadi presiden, karena Prabowo punya sifat yang ikhlas," ujar Huda.

Tetapi, ia berpendapat, itu tidak cukup karena orang ikhlas harus bertemu orang baik. Huda merasa, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, merupakan orang yang baik dan tepat untuk dampingi orang ikhlas seperti Prabowo.

"Kalau orang ikhlas harus ketemu orang baik dan Gus Imin orang baik dalam konteks ini. Kalau orang ikhlas ketemu orang yang pragmatis tidak akan ketemu itu, kira-kira begitu," kata Huda.

Ia menambahkan, Muhaimin orang baik karena cuma memikirkan bagaimana mengurus Nahdliyin, mengurus pondok pesantren dan kesejahteraan mereka. Tidak ada kebutuhan investasi, membesarkan perusahaan dan lain-lain.

"Jadi, sekali lagi, kalau orang berkarakter, bersifat ikhlas, baru akan jadi kalau ketemu dengan orang baik, dan orang baik menurut saya Gus Imin dan Partai Kebangkitan Bangsa," ujar Huda. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement