Jumat 28 Jul 2023 16:11 WIB

6.000 Warga DIY Siap Pindah ke IKN, Pemprov Sebut Demi Peningkatan Kesejahteraan

Banyaknya wilayah transmigrasi di IKN menjadi peluang yang besar bagi transmigran.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Suasana proyek pembangunan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (30/5/2023). Progres pembangunan IKN Nusantara secara keseluruhan hingga saat ini telah mencapai 29,45 persen.
Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Suasana proyek pembangunan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (30/5/2023). Progres pembangunan IKN Nusantara secara keseluruhan hingga saat ini telah mencapai 29,45 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Program transmigrasi ke Ibu Kota Negara (IKN) yang dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY menyebut sudah lebih dari 6.000 warga DIY yang berpartisipasi dalam program transmigrasi.

"Angka 6.000 jiwa yang dimaksud adalah jumlah transmigran dari DIY yang telah ditempatkan (ke daerah tujuan transmigrasi) sampai dengan ini," kata Kepala Disnakertrans DIY, Aria Nugrahadi, Jumat (28/7/2023).

Program transmigrasi ini dinilai masih relevan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat DIY. Terlebih, masyarakat DIY juga sudah memiliki kompetensi dalam bidang pertanian yang menjadi modal, baik untuk menjadi transmigran sukses.

"Dengan adanya transmigrasi ini kami menganggap masih relevan untuk masyarakat DIY untuk meningkatkan kesejahteraannya, dan tentu saja kita akan ikut berperan dan berpartisipasi dalam mensukseskan pembangunan IKN,” kata Kepala Bidang Perlindungan dan Penempatan Kerja, Perluasan Kesempatan Kerja dan Transmigrasi, Disnakertrans DIY, Elly Supriyanti.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Sigit Mustofa Nurudin menjelaskan bahwa banyaknya wilayah transmigrasi di IKN menjadi peluang yang besar bagi transmigran untuk menopang ketahanan pangan.

Saat ini juga sedang dikembangkan trans milenial, yaitu transmigrasi yang tidak hanya berbasis lahan pertanian dan perkebunan. Namun, juga diharapkan para transmigran dapat mengambil peluang pada sektor usaha kerajinan maupun jasa.

Hal ini diharapkan dapat menarik minat generasi milenial untuk mengikuti program transmigrasi. Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengungkapkan, karakteristik masyarakat Bantul yang memiliki keuletan dan daya saing yang tinggi, diperlukan untuk membangun Indonesia.

SDM Bantul, kata Muslih, bisa dikembangkan melalui pelatihan-pelatihan yang akan dilakukan di badan pelatihan kerja (BLK). "BLK sudah kita atur sedemikian rupa sehingga bisa mengikuti dinamika keterampilan yang berkembang di dunia untuk memenuhi permintaan apa pun,” ungkap Halim.

Bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Bantul dalam rangka menyukseskan program transmigrasi yakni dengan memberikan fasilitas kepada para transmigran di wilayah transmigrasi. Dengan begitu, para transmigran ini dapat hidup sejahtera.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement