Jumat 21 Jul 2023 18:49 WIB

Klinik MIPA Beri Pelatihan Olimpiade Matematika di Bali

Pelatihan olimpiade matematika dihadiri para guru SD dan SMP Muhammadiyah Bali.

Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bali menggelar Pelatihan Guru Pembina Olimpiade Matematika SD dan SMP Muhammadiyah se-Bali.
Foto: Dok. Kilink MIPA
Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bali menggelar Pelatihan Guru Pembina Olimpiade Matematika SD dan SMP Muhammadiyah se-Bali.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Guru berperan penting dalam meningkatkan prestasi siswa pada segala bidang, untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembinaan olimpiade Matematika, Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bali menggelar Pelatihan Guru Pembina Olimpiade Matematika SD dan SMP Muhammadiyah se-Bali dengan tema 'Menjadi Guru Berkah, Sejahtera, dan Banyak Karya, Kamis (20/7/2023). 

Pelatihan yang berlokasi di SD Muhammadiyah 2 Kota Denpasar tersebut, dibuka oleh Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Bali Dr Sugito, dan dihadiri 43 peserta yang terdiri dari Guru dan Kepala Sekolah. Kegiatan tersebut juga diperkuat dengan kehadiran narasumber berpengalaman dan ahli di bidang matematika sekaligus inspirator suprarasional Dr Raden Ridwan Hasan Saputra, dari Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah. Beliau juga sebagai Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA sekaligus pelatih nasional dan internasional Olimpiade MIPA. 

Baca Juga

Sugito mengatakan bahwa tujuan utama pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kualitas guru agar dapat mencetak calon-calon peserta Olimpiade Matematika yang kompeten dan berprestasi. 

“Prestasi siswa itu akan bisa cepat tercapai dan terwujud dengan nyata dan riil itu, kalau dijamin oleh guru-gurunya yang harus bisa memiliki kemampuan yang lebih untuk membina,” kata Sugito, dalam keterangan tertulis, Jumat (21/7/2023).

Sugito menambahkan, para guru yang mengikuti pelatihan ini menunjukkan antusiasme dan semangat yang luar biasa. Mereka menginginkan diadakannya pelatihan lanjutan setiap tahunnya. Kendati mereka datang dari wilayah jauh, kehadiran mereka dalam acara ini mencerminkan tekad kuat untuk memajukan pendidikan Matematika di Bali. 

“Bahkan setelah acara pun mereka juga menginginkan ini berlanjut setiap setahun, karena mereka menyadari memang belum pernah mendapatkan materi-materi yang sifatnya khusus Olimpiade ini. Apalagi, cara pemecahannya yang begitu ringan dan mudah. Sehingga mereka antusias bahkan ingin menyampaikan kepada kami program majelis. Kepala sekolah juga berkumpul menyampaikan ke saya, ‘Pak kita programkan ini’,” sambung Sugito. 

Sugito berharap Kegiatan Pelatihan Guru SD dan SMP Pembina Olimpiade Matematika Muhammadiyah se-Bali ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi kompetensi matematika dan siswa di sekolah masing-masing. 

“Ya, teman-teman ini pertama hasilnya semangat. Kemudian, secara hati itu semakin terbuka untuk termotivasi kalau mereka itu punya tanggung jawab seluruhnya untuk memberikan prestasi kepada siswa,” ujarnya. 

“Kedua, hasilnya bertambah ilmu matematika, bisa jadi seperti yang disampaikan di paparan pertama tadi, dengan bertambahnya ilmu, maka akan bertambah pula kepercayaan orang tua untuk menitipkan anaknya. Ketiga, sebagai penggerak prestasi di sekolah dengan sesama teman-teman guru yang lain. Maka, kegiatan pelatihan ini bagi saya adalah sangat perlu dan penting," ujar Sugito. 

Salah seorang peserta pelatihan, Eszahra Al-Qodri, menyatakan rasa syukurnya dapat mengikuti kegiatan ini. 

“Mudah mudahan dengan penyegaran informasi ini, terutama MNR ini bisa membuat murid-murid SD Muhammadiyah 4 Denpasar matematikanya bisa lebih maju, bisa lebih bagus lagi penguasaan untuk keilmuan matematikanya,” ungkapnya. 

Selain itu, Eszahra juga mengaku terkesan dengan sajian materi suprarasional. “MasyaAllah diingatkan gitu maksudnya agar balik lagi mengamalkan Allah dulu, Allah lagi, terus melibatkan Allah dalam segala aktivitas,” Ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement