Senin 17 Jul 2023 15:57 WIB

Menteri Nasdem Tinggal Dua, Pengamat: Sejatinya Nasdem dan Jokowi Sudah Cerai

Jokowi dinilai tak ingin dituduh tidak adil jika mereshuffle dua menteri Nasdem lain.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Teguh Firmansyah
Isyarat Reshuffle dari Jokowi
Foto: Infografis Republika
Isyarat Reshuffle dari Jokowi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai hubungan antara Presiden Joko Widodo dan Partai Nasdem memang sudah berakhir. Hal ini disampaikannya menanggapi Jokowi yang menunjuk Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika.

 

Baca Juga

"Soal tidak diganti semua menteri Nasdem, yang diganti hanya yang kena kasus korupsi ya tentu mereka sama-sama tahu, saling paham begitu, bahwa sejatinya hubungan Nasdem dan Jokowi sudah cerai," ujar Ujang dalam keterangannya kepada Republika, Senin (17/7/2023).

Pada reshuffle hari ini, Jokowi tidak mengisi kursi Menkominfo yang sebelumnya dari Partai Nasdem itu ke anak buah Surya Paloh kembali. Kursi menteri dari Partai Nasdem kini tersisa dua yakni Menteri Pertanian dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

 

Menurut Ujang, meskipun masih ada di kabinet Pemerintahan Jokowi, Nasdem sekarang sudah ada di koalisi perubahan yang mendukung Anies Baswedan, Hal itu yang membuat hubungan Nasdem dan Jokowi terpecah lantaran beda dukungan, pandangan dan kepentingan.

"Sehingga saat ini hubungan Nasdem dengan Jokowi panas-panas adem, naik turun dan saling ya ibaratnya saling mengintip kesalahan masing-masing ya untuk di publish masing-masing," ujarnya.

Namun demikian, Ujang meyakini Jokowi tetap rasional untuk tidak mendepak menteri dari Partai Nasdem lainnya saat ini. Hal ini karena bagian strategi Jokowi untuk mendapat dukungan publik.

Sebab, jika Jokowi mengganti Menteri Nasdem yang lain itu menunjukkan kecurigaan publik tentang hubungan Jokowi dan Nasdem merenggang karena Surya Paloh dkk mendukung Anies Baswedan.

"Karena me-reshuffle menteri Nasdem yang lain, publik akan menuduh Jokowi tidak benar tidak adil. Kok menteri Nasdem yang tidak masalah kok direshuffle. Berarti benar dong selama ini tuduhan bahwa Nasdem mendukung Anis itu adalah tidak disukai pemerintah," ujarnya.

Kondisi ini, kata Ujang, bisa berdampak naiknya elektabilitas Nasdem yang dianggap terzalimi karena didepak dari pemerintahan. Sedangkan citra Jokowi akan jelek di mata masyarakat.

Oleh karena itu, Ujang menilai Jokowi sangat paham kenapa tidak mereshuffle dua menteri Nasdem lain yang tidak terkena kasus.

"Saya melihatnya Jokowi kenapa menteri tidak diganti semua, hal ini juga bagian strategi jokowi juga agar Nasdem tidak melejit karena dianggap terzalimi dan justru klo direshuffle semua akan merugikan Jokowi . Jokowi akan dituduh tidak bagus, tidak adil dalam konteks mereshuffle," ujarnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Budi Arie sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/7/2023). Budi Arie sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT). Selain Budi, Jokowi juga melantik sejumlah wakil menteri.

Yakni Nezar Patria sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, Pahala Nugraha Mansury sebagai Wakil Menteri Luar Negeri, Paiman Raharjo sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Rosan Roeslani sebagai Wakil Menteri BUMN, dan Saiful Rahmat sebagai Wakil Menteri Agama.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement