Kamis 13 Jul 2023 21:48 WIB

Nurul Ghufron Minta Maaf dan Akui Kebobolan Usai KPK Diterpa Sejumlah Skandal Pegawai

Ghufron mengeklaim pimpinan KPK bakal membersihkan skandal yang ada di internal.

Rep: Flori Sidebang/ Red: Agus raharjo
Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron saat memberikan keterangan pers usai menghadiri acara diskusi di The East Tower, Jakarta Selatan, Kamis (13/7/2023).
Foto: Republika/Flori Sidebang
Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron saat memberikan keterangan pers usai menghadiri acara diskusi di The East Tower, Jakarta Selatan, Kamis (13/7/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu terakhir diterpa berbagai skandal. Mulai dari terungkapnya dugaan pelecehan terhadap istri tahanan, pungli di Rutan KPK, hingga pemotongan uang perjalanan dinas lembaga antirasuah tersebut.

Menanggapi berbagai kejadian itu, Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron meminta maaf. Ia mengaku bahwa pihaknya pun kebobolan atas seluruh insiden tersebut.

Baca Juga

"Saya atas nama pimpinan dan atas nama lembaga menegaskan bahwa KPK minta maaf kepada masyarakat Indonesia bahwa KPK juga kebobolan," kata Ghufron dalam diskusi bertema 'Badai di KPK: Dari Korupsi, Pencabulan, hingga Perselingkuhan' di The East Tower, Jakarta Selatan, Kamis (13/7/2023).

Ghufron memastikan, Pimpinan KPK berkomitmen bakal mengusut tuntas tiga kasus yang diduga melibatkan sejumlah pegawai KPK ini. Dia menyebut, para pelaku akan dijatuhi hukuman sesuai ketentuan yang berlaku.

 

"Bahwa mungkin saja baik hari ini atau kemarin dan akan datang ada kesalahan-kesalahan, termasuk yang tadi disebutkan, ada korupsi, pencabulan atau perselingkuhan atau mark up dan lain-lain. Itu sekali lagi, kami akan menyelesaikan secara institusional berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujar Ghufron.

"Di hadapan hukum kami akan mempersamakan bahwa siapapun pelakunya, baik eksternal yang selama ini jadi target KPK atau pun pegawai KPK sendiri yang melakukan korupsi akan kami tindak tegas," tambah dia menjelaskan.

Ghufron pun enggan mengibaratkan tiga kasus yang menjadi sorotan publik ini sebagai badai tengah yang menerjang KPK. Menurut dia, peristiwa ini merupakan kejadian yang alami terjadi.

"Bahwa kemudian menjadi seakan-akan badai pada periode 2019-2024 ini yang katanya seakan-akan badai, bagi kami sesungguhnya bukan badai. Kami menganggapnya ini natural saja," ujar dia.

"Jadi KPK sekali lagi, dengan ini, kami atas nama lembaga mohon maaf dan kami komitmen membersihkan ini semua, baik perilaku yang korup, yang asusila dan yang mark up di KPK," kata Ghufron menambahkan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement