Rabu 12 Jul 2023 18:02 WIB

LSI Jelaskan Elektabilitas Prabowo Melesat dan Unggul di Simulasi Capres

Prabowo selalu unggul jika disimulasikan dengan Ganjar maupun Anies.

Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto.
Foto: Edi Yusuf/Republika
Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto semakin memperkuat eksistensinya dengan meraih elektabilitas tertinggi sebagai calon presiden (capres) pada Pilpres 2024. Merujuk Survei Indonesia (LSI) periode 1-8 Juli 2023, Prabowo berhasil menempati posisi tertinggi dibandingkan dua capres lainnya.

Menurut Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan tren dukungan terhadap Menteri Pertahanan Republik Indonesia tersebut kian meningkat secara konsisten sejak Januari 2023. Prabowo sukses menjadi yang pertama di Top of Mind Pemilihan Presiden versi LSI dengan torehan suara sebanyak 20,0 persen dibuntuti oleh Ganjar Pranowo sebesar 19,9 persen.

"Terjadi tren penguatan dukungan kepada Prabowo, secara konsisten sejak Januari 2023 sampai sekarang," ucap Djayadi dalam paparannya dikutip di Jakarta, Rabu (12/7/2023).

Prabowo berhasil meraih hasil tertinggi di simulasi tiga nama capres dengan torehan suara sebanyak 35,8 persen yang disusul oleh Ganjar Pranowo dengan suara 32,2 persen. Mantan Danjen Kopassus tersebut mengalami peningkatan dari hasil survei LSI yang lalu dengan mendapatkan suara sebanyak 30,3 persen.

Kemudian di simulasi dua nama capres, Prabowo unggul telak dengan suara sebanyak 50,9 persen. Sedangkan Anies Rasyid Baswedan hanya mendapatkan suara sebanyak 27,9 persen.

Sedangkan antara Prabowo dan Ganjar, eks Pangkostrad tersebut meraih torehan tertinggi dengan torehan suara 48,1 persen. Sedangkan Ganjar hanya mendapatkan 38,1 persen.

Dari hasil tersebut, Djayadi melihat Prabowo pasti akan unggul dalam dua putaran melawan Ganjar dan Anies pada Pilpres 2024. "Kalau (Pilpres 2024) dua putaran, yang lebih banyak unggul ada Prabowo Subianto diikuti dengan Ganjar. Anies sementara menjadi pihak yang lebih banyak tertinggal dibanding dua nama tersebut," ucap Djayadi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement