Ahad 09 Jul 2023 13:33 WIB

Parkir Elektronik Naikkan PAD, DPRD Minta Penerapan Diperluas

Baru 100 titik parkir elektroik dari 1.300 titik yang terdata di Kota Semarang.

Petugas mengarahkan warga menggunakan parkir elektronik (e-parking). (Ilustrasi)
Foto: ANTARA FOTO / Irwansyah Putra
Petugas mengarahkan warga menggunakan parkir elektronik (e-parking). (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Penerapan parkir elektronik di Kota Semarang disebut efektif meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang Suharsono meminta penerapan parkir elektronik di Semarang diperluas.

"Dilihat dari realisasi PAD, penerapan parkir elektronik ini kelihatannya cukup efektif ya," kata Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang Suharsono di Semarang, Ahad (9/7/2023).

Baca Juga

Ia menyebutkan bahwa PAD dari retribusi parkir terus meningkat dari tahun ke tahun dan salah satunya tentu dipengaruhi dengan penerapan parkir elektronik di sejumlah ruas jalan.

"Target (tahun ini) di anggaran, APBD, parkir kan Rp 5 miliar. Realisasinya sudah Rp 1,6 miliar menurut saya sudah lumayan lah. Tahun kemarin kan pendapatannya Rp 3,5 miliar," ujarnya.

Selama ini, kata dia, titik parkir yang terdata di Kota Semarang baru sekitar 1.300-an titik. Padahal masih banyak titik potensial yang bisa menjadi sumber PAD dari retribusi parkir.

"Ini (titik parkir--Red) perlu ditingkatkan terus. Potensi-potensi titik parkir perlu ditingkatkan karena di Semarang ini tidak ada tempat yang tidak ada tukang (juru) parkirnya," katanya.

Apabila di suatu tempat kemudian ada juru parkir dan menarik retribusi kepada pengguna parkir tetapi ternyata tidak disetorkan ke pemerintah, dia melanjutkan, tindakan itu merupakan pungutan liar.

Dengan penerapan parkir elektronik, kata dia, sebenarnya lebih efektif karena simpel dan bisa meminimalisasi kebocoran. Ketimbang parkir dengan membayar uang tunai kepada juru parkir.

"Memang potensi parkir tepi jalan itu sangat besar. Hitung saja berapa jumlah kendaraan roda dua dan empat. Tapi, selama ini titik parkirnya belum semua terdata," katanya.

Ia mengapresiasi beberapa langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kota Semarang untuk meningkatkan PAD dari parkir, seperti parkir berlangganan hingga penerapan parkir elektronik.

"Kami melihat beberapa alternatif yang coba dilakukan pemkot, kami mengapresiasi. Dulu kan pernah mengungkapkan parkir berlangganan tapi terbentur regulasi. Kemudian, parkir elektronik," ujarnya.

Di Kota Semarang, saat ini sudah ada lebih dari 100 titik yang sudah diterapkan parkir elektronik oleh Dinas Perhubungan. 100 titik tersebut tersebar di beberapa ruas jalan di Kota Semarang.

Di antara ruas jalan di Kota Semarang yang sudah menerapkan sistem parkir elektronik, yakni Jalan MT Haryono, Jalan KH Agus Salim, JL Wahid Hasyim, Jalan Depok, dan Jalan Pekojan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement