Jumat 20 Feb 2026 04:30 WIB

Prabowo Santai Menanggapi Candaan Trump di Forum Perdamaian

Presiden Prabowo Subianto menanggapi dengan santai candaan Presiden AS Donald Trump yang memujinya sebagai pemimpin tangguh.

Rep: antara/ Red: antara
Presiden Prabowo Subianto (kedua kiri) disambut diaspora saat tiba di hotel di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (17/2/2026) waktu setempat. Kunjungan Presiden Prabowo Subianto tersebut untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sekaligus menghadiri pertemuan perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace).
Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
Presiden Prabowo Subianto (kedua kiri) disambut diaspora saat tiba di hotel di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (17/2/2026) waktu setempat. Kunjungan Presiden Prabowo Subianto tersebut untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sekaligus menghadiri pertemuan perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menanggapi dengan santai pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, yang menyatakan tidak ingin 'berhadapan' dengannya. Pernyataan ini disampaikan Trump dalam agenda KTT Dewan Perdamaian di Washington D.C., Amerika Serikat, Kamis (19/2).

Ketika dimintai tanggapan mengenai pernyataan tersebut, Prabowo terlihat santai dan langsung tertawa. "Trump bilang takut sama Bapak?" tanya seorang wartawan. Prabowo kemudian menanggapi, "Enggak, enggak ada itu," ujarnya sambil tersenyum.

Sebelumnya, dalam forum Board of Peace di Washington D.C., Trump memuji Prabowo sebagai sosok pemimpin yang tangguh dan dihormati. "Dia adalah pria yang sangat saya sukai. Ia sangat tangguh. Saya tidak ingin berhadapan dengannya," kata Trump di hadapan para pemimpin dan delegasi negara.

Trump juga menyoroti besarnya populasi Indonesia yang dipimpin Prabowo. Ia mengaku terkejut dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai ratusan juta jiwa, dan menilai Prabowo mampu menjalankan tugas tersebut dengan baik.

Pujian tersebut disampaikan dalam konteks pembahasan kontribusi negara-negara dunia dalam upaya gencatan senjata dan perdamaian berkelanjutan di Gaza. Forum tersebut menekankan pentingnya komitmen nyata para pemimpin global untuk mewujudkan perdamaian yang tidak hanya bersifat sementara, melainkan jangka panjang dan berkeadilan.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement