Rabu 21 Jun 2023 16:11 WIB

Muhadjir Ajak Masyarakat Teladani Semangat Kejayaan Majapahit

Selain lokasi Kerajaan Majapahit, Mojokerto juga tempat masa kecil Sukarno.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Menko PMK Muhadjir Effendy menghadiri Hari Jadi ke-105 Mojokerto.
Foto: Dok Republika.co.id
Menko PMK Muhadjir Effendy menghadiri Hari Jadi ke-105 Mojokerto.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ribuan warga memadati Alun-Alun Wilaraja Kota Mojokerto dalam rangkaian pesta rakyat memperingati Hari Jadi ke-105 Mojokerto. Pesta rakyat yang mengusung tema kebudayaan tersebut menyuguhkan tari kolosal 'Harisani Senthosa' yang dilakukan 128 siswa-siswi dari SMP, SMA, SMK, serta sanggar seni se-Kota Mojokerto.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyaksikan langsung kemeriahan tersebut. Muhadjir didampingi Deputi bidang Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga Didik Suhardi, Staf Khusus Menteri Khoirul Muttaqin, serta Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik.

Muhadjir menyampaikan, momen berbahagia tersebut perlu dimaknai untuk melihat kembali sejarah besar Kota Mojokerto. Dia menyebut, Mojokerto merupakan lokasi situs sejarah pusat Kerajaan Majapahit yang pernah berjaya pada era Nusantara. Muhadjir berharap, Kota Mojokerto saat ini dapat mewarisi sejarah kejayaan Kerajaan Majapahit masa lalu itu.

Muhadjir juga mengingatkan, Kota Mojokerto merupakan tempat masa kecil pendiri bangsa sekaligus presiden pertama Indonesia Sukarno kala mengenyam sekolah dasar. Keduanya perlu dilihat dan dijadikan sebagai sejarah kebesaran yang dapat memupuk semangat dalam membangun kota.

"Saya kira kedua sejarah besar itu dapat memberikan semangat untuk membangun kota yang berdikari dan mandiri," ucap eks rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut dalam siaran di Jakarta, Rabu (21/6/2023).

Muhadjir menjelaskan, masyarakat dan pemerintah kota harus bisa memanfaatkan bonus demografi yang saat ini sedang dihadapi Kota Mojokerto. Hal itu mengingat, sekitar 70 persen dari jumlah penduduk kota itu merupakan penduduk dengan usia produktif.

Dia menilai, hal itu dapat menjadi modal untuk dapat lebih dulu menyongsong Indonesia Emas di tahun 2045 dibandingkan dengan daerah lainnya. "Bonus demografi yang lebih dulu dirasakan oleh Kota Mojokerto harus bisa betul-betul dimanfaatkan. Sehingga dapat membawa daerah ini menjadi kota yang kuat, hebat, dan melesat," kata Muhadjir.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, peringatan Hari Jadi Kota Mojokerto untuk pertama kalinya digelar di Alun-Alun Wilaraja. Langkah itu dilakukan dalam rangka merayakan rampungnya renovasi alun-alun yang telah dibangun dengan nuansa Majapahit.

Dia menerangkan, pesta rakyat itu menyuguhkan 105 gerobak pedagang kaki lima (PKL) berisi tidak kurang 31 ribu porsi makanan gratis. "Kami selenggarakan di sini karena kami berbahagia dan berbangga hati Alun-Alun Kota Mojokerto telah berubah menjadi nuansa Majapahit yang kental untuk menyambut hari bersejarah ini," ujar Ika.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement