Selasa 20 Jun 2023 12:31 WIB

Bulog Kalteng Targetkan Serap 5.000 Ton Beras dari Petani Lokal

Stok keseluruhan termasuk dengan yang akan datang mencapai sekitar enam ribu ton.

Kantor Wilayah Bulog Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menargetkan mampu melakukan penyerapan beras hingga mencapai lima ribu ton dari petani lokal, (ilustrasi).
Kantor Wilayah Bulog Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menargetkan mampu melakukan penyerapan beras hingga mencapai lima ribu ton dari petani lokal, (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, PALANGKA RAYA -- Kantor Wilayah Bulog Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menargetkan mampu melakukan penyerapan beras hingga mencapai 5.000 ton dari petani lokal di daerah setempat pada 2023.

Kepala Kantor Wilayah Bulog Kalimantan Tengah Budi Cahyanto di Palangka Raya, Selasa (20/6/2023), mengatakan, saat ini penyerapan beras telah mencapai hingga dua ribu ton lebih. "Penyerapan yang sudah kami lakukan sudah mencapai hingga dua ribu ton, sedangkan untuk kebutuhan CBP (cadangan beras pemerintah) sudah mencapai sekitar 700 ton," katanya.

Baca Juga

Bulog Kalimantan Tengah optimistis target penyerapan 5.000 ton dapat terpenuhi pada 2023. Oleh karena itu, pada masa panen selanjutnya, Bulog berupaya mengoptimalkan penyerapan tersebut.

Dia menjelaskan, penyerapan beras dari petani lokal di Kalimantan Tengah tak hanya dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan CBP saja, tapi juga untuk keperluan komersial. "Pembelian yang kami lakukan kalau untuk CBP, yakni sekitar Rp 9.950, sedangkan untuk komersial antara Rp 10.500 hingga Rp 11 ribu untuk beras kategori premium," katanya.

Budi menyampaikan, melihat kondisi di lapangan saat ini petani tampaknya tidak ada mengalami kesulitan dalam kegiatan penjualan hasil panen. "Kami terus berupaya secara optimal melakukan penyerapan beras petani daerah. Penyerapannya dalam bentuk beras, kita langsung mendatangi ke penggilingan di masing-masing wilayah," katanya.

Kemudian Budi juga menjabarkan, untuk ketersediaan beras menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), yakni Hari Raya Idul Adha masih dalam kondisi aman. "Stok kami ditambah lagi dari kantor pusat, stok secara keseluruhan, termasuk dengan yang akan datang mencapai sekitar enam ribu ton. Jadi, stok kami bahkan hingga September memadai," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement