Senin 19 Jun 2023 19:23 WIB

Pembangunan Pusat Pemerintahan Baru Bogor Terkendala Anggaran

Pembangunan pusat pemerintahan baru Kota Bogor masih terkendala anggaran.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Bilal Ramadhan
Lokasi pusat pemerintahan baru Kota Bogor di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. Pembangunan pusat pemerintahan baru Kota Bogor masih terkendala anggaran.
Foto: Republika/Shabrina Zakaria
Lokasi pusat pemerintahan baru Kota Bogor di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. Pembangunan pusat pemerintahan baru Kota Bogor masih terkendala anggaran.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor masih harus mencari dana untuk membangun Pusat Pemerintahan Baru di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. Sebab, Pemkot Bogor belum mendapat jawaban dari Pemerintah Pusat terkait pengajuan pembangunan kantor Pusat Pemerintahan Baru tersebut.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Kota Bogor Rudy Mashudi mengatakan tahun ini Pemkot Bogor masih berencana untuk mematangkan lahan hibah aset eks Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) seluas 6 Hektare tersebut.

Baca Juga

“Tahun ini rencana di Pemkot sendiri untuk mematangkan lahannya yang 6 Hektare. Target pembangunan bisa tahun depan. Kita harus cari uang,” kata Rudy, Senin (19/6/2023).

Ia menjelaskan, Pemkot Bogor sendiri telah mengajukan anggaran sekitar Rp 200 miliar hingga Rp 250 miliar ke Pemerintah Pusat. Kendati demikian, belum ada jawaban dari Pemerintah Pusat sehingga Pemkot Bogor masih harus mencari alternatif lain.

 

Diketahui, di lahan tersebut akan berdiri sekitar 20 kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dari total 30 OPD yang ada di Kota Bogor. Meski demikian, Balai Kota Bogor akan tetap berada di Jalan Ir. Juanda, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Saat ini, sambung Rudy, Pemkot Bogor telah menerima bantuan untuk membangun akses menuju kantor Pusat Pemerintahan Baru. Dimana akses jalan tersebut dikerjakan melalui akselerasi antara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor dengan PT Sejahtera Eka Graha (SEG) dan PT Kharisma.

“Kemudian Pak Wakil Wali Kota ke Dirjen Binamarga untuk bicara terkait dengan bantuan drainase di jalan tol. Karena limpahan jalan tol itu ke bawah. Itu yang dilakukan,” ujarnya.

Direktur Operasional PT SEG, Wahyu Kurniawan Bhayangkara, menjelaskan akses jalan yang akan terhubung dengan Kecamatan Bogor Selatan ini dibangun dalam rangka memecah beban lalu lintas di pusat kota. Tepatnya di sekitar Exit Tol Baranangsiang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

“Itu juga membantu dalam rangka supaya beban Baranangsiang terkait dengan traffic atau lalu lintas berkurang. Kan kalau sekarang bebannya sudah padat, emisinya, polusi, dan sebagainya semua kumpul di situ,” jelasnya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement