Kamis 15 Jun 2023 16:15 WIB

Peneliti Unand Temukan Inovasi Nasi Padang Instan Tahan Setahun

Nasi Padang Instan ini hanya perlu ditambah air.

Nasi Padang di Singapura dengan hidangan rendang yang lezat.
Foto: Elba Damhuri
Nasi Padang di Singapura dengan hidangan rendang yang lezat.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Peneliti Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta), Universitas Andalas (Unand) Sumatra Barat, menciptakan nasi padang instan yang dapat bertahan hingga satu tahun lamanya dalam suhu ruangan atau tanpa pendingin.

Ketua Tim peneliti Nasi Padang Instan Dr Feri Arlius Dt. Sipado mengatakan kehadiran nasi padang instan berawal dari keresahannya pada saat terjadi bencana alam karena pengungsi hampir setiap hari hanya mengonsumsi mi instan.

Baca Juga

"Alhamdulillah dari hasil penelitian dengan tim berhasil membuat nasi padang instan ini dengan lauk rendang atau dendeng, dilengkapi nasi putih dan sayur serta dilengkapi alat pemanas instan," kata dia di Padang, Kamis (15/6/2023).

Menurut dia, nasi padang instan ini hanya perlu ditambah air dan dalam waktu 10 menit bisa memasak nasi dan sayur-mayur tanpa memerlukan bahan pemasak lainnya, seperti kompor atau gas.

 

Ia menjelaskan, nasi padang dibuat melalui proses sterilisasi dan kemudian dibungkus plastik vakum kedap udara sehingga tidak terkontaminasi bakteri dan kemasan ini bisa tahan hingga satu tahun di suhu ruang atau tanpa lemari pendingin.

"Nasi padang instan, yang terdiri atas nasi, rendang, dan sayur yang sudah dikeringkan dan disterilkan sehingga dapat dipanaskan kembali. Nasi yang terkenal enak itu cukup menarik minat pengunjung karena beberapa keunggulannya. Seperti dapat tahan hingga satu tahun di suhu ruang dan tidak perlu air panas sebab kemasan nasi padang instan itu sudah dilengkapi kapsul pemanas (self heating food)," kata dia.

Menurut dia, produk ini sudah mendapat apresiasi dari Gubernur Sumbar Mahyeldi sebagai inovasi dan karya nyata untuk keilmuan dan masyarakat karena inovasi ini dapat menjadi solusi ketika ada bencana, bisa untuk logistik TNI dan konsumsi jemaah haji.

"Untuk produksi saat ini masih terbatas di laboratorium saja karena kampus corenya bukan bisnis, jadi kami hanya alih teknologi silahkan dimanfaatkan. Dan, dari beberapa diskusi sudah ada beberapa investor yang tertarik untuk memproduksi secara massal dan saat ini sedang melakukan kalkulasi bisnis,:" kata dia.

Nasi padang instan ini juga hadir di salah satu stan Pameran Pembangunan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan di ajang Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVI, Padang, Sumatra Barat.

Salah seorang pengunjung dari Bandung Fitri memuji produk nasi padang instan karena dinilai kreatif dan dirinya penasaran mencoba, tapi sayang belum untuk dijual.

"Makanan ini unik, nasi padang lengkap dengan rendang atau dendeng dan sayur tinggal diberi air biasa saja, tunggu beberapa menit, tinggal santap," ujar dia.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement