Selasa 30 May 2023 06:19 WIB

Isu Ditinggalkan Sandiaga yang Ingin Merapat ke PKS, PPP: Nggak Masalah!

PPP mengakui Sandiaga satu dari dua nama yang diusulkan jadi cawapres Ganjar.

Rep: Febryan A/ Red: Agus raharjo
Plt Ketua Umum DPP PPP Muhamad Mardiono menyapa anggota KPU sebelum menyerahkan berkas pendaftaran bakal caleg PPP di Kantor KPU RI, Jakarta, Jumat (12/5/2023). Partai Persatuan Pembangunan  (PPP) mendaftarkan 580 bakal calon legislatif (Bacaleg) anggota DPR ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Setelah menerima dan memeriksa berkas-berkas tersebut, KPU RI akan memberitahukan status kelengkapan berkas pendaftaran bakal calon legislatif untuk DPR RI. Apabila berkas tersebut dinyatakan tidak lengkap, KPU memberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan sebelum batas waktu akhir pendaftaran bakal caleg DPR RI pada Minggu (14/5) pukul 23.59 WIB.
Foto: Republika/Prayogi
Plt Ketua Umum DPP PPP Muhamad Mardiono menyapa anggota KPU sebelum menyerahkan berkas pendaftaran bakal caleg PPP di Kantor KPU RI, Jakarta, Jumat (12/5/2023). Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendaftarkan 580 bakal calon legislatif (Bacaleg) anggota DPR ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Setelah menerima dan memeriksa berkas-berkas tersebut, KPU RI akan memberitahukan status kelengkapan berkas pendaftaran bakal calon legislatif untuk DPR RI. Apabila berkas tersebut dinyatakan tidak lengkap, KPU memberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan sebelum batas waktu akhir pendaftaran bakal caleg DPR RI pada Minggu (14/5) pukul 23.59 WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Mardiono tidak mempermasalahkan apabila Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sandi belakangan diketahui kembali dekat dengan PKS, salah satu partai pengusungnya pada Pilpres 2019.

“Kami nggak masalah. Kami nggak akan mempermasalahkan itu (Sandi gabung PKS),” ujar Mardiono kepada wartawan di Kantor DPP PPP, Jakarta Pusat, Senin (29/5/2023).

Baca Juga

Mardiono menjelaskan, pihaknya tidak ambil pusing dengan kemungkinan Sandiaga batal gabung PPP lalu memilih masuk PKS karena satu hal. Yakni, PPP sudah menyiapkan sebuah racikan untuk Pilpres 2024. “Racikan yang sedang kita rangkum adalah racikan untuk bangsa dan negara,” kata Mardiono.

Dalam kesempatan itu, Mardiono memang mengakui bahwa nama Sandiaga merupakan satu dari dua nama yang akan diusulkan PPP kepada PDIP sebagai cawapres pendamping Capres Ganjar Pranowo. Apabila Sandi bergabung dengan PKS, tentu PPP batal mengusulkan namanya. Sebab, PKS merupakan bagian dari koalisi Capres Anies Baswedan.

Pada awal Mei 2023 lalu, Sandiaga Uno memuji-muji PKS. Mantan politikus Gerindra itu juga menyinggung peluang dirinya menjadi cawapres pendamping Anies.

"Saya berjuang bersama PKS ini sudah berkali-kali ya, dan terbukti teman-teman PKS ini berjuang dengan hati, pejuang yang sangat pantang menyerah, tidak kenal lelah dan rasanya ingin kembali berjuang dengan teman-teman PKS," kata Sandiaga.

Terkait peluang dirinya berpasangan kembali dengan Anies dalam kontestasi Pilpres 2024, Sandi menyerahkan hal itu kepada Ketua Majelis Syura PKS, Salim Segaf Al-Jufri dan pimpinan partai politik lainnya yang tergabung dalam koalisi pengusung Anies.

Manuver politik Sandi ini mengejutkan sejumlah pihak. Pasalnya, Sandi dalam beberapa waktu terakhir digadang-gadang bakal bergabung dengan PPP dan diusung menjadi cawapres pendamping Ganjar Pranowo.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement