Jumat 05 May 2023 19:07 WIB

Tunjukkan Prestasi dan Kinerja, Erick Thohir Berpotensi Jadi Cawapres

Erick merupakan bakal cawapres dari kalangan NU dan kalangan muda.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kanan) memberikan paparan didampingi Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali (tengah) dan Pelatih timnas U-22 Indonesia Indra Sjafri (kiri) saat pengumuman para pemain Timnas Indonesia U-22 yang akan tampil di SEA Games 2023 di Jakarta, Jumat (21/3/2023). PSSI selaku federasi sepak bola Indonesia resmi merilis 20 pemain Timnas Indonesia U-22 untuk SEA Games 2023 Kamboja. Pemilihan pemain yang dikirim ke kompetisi tersebut didasarkan dari segi kesiapan, terutama dalam hal mental. Timnas Indonesia U-22 tergabung di Grup A SEA Games 2023 bersama tuan rumah Kamboja, Myanmar, Filipina, dan Timor Leste.
Foto: Republika/Prayogi
Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kanan) memberikan paparan didampingi Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali (tengah) dan Pelatih timnas U-22 Indonesia Indra Sjafri (kiri) saat pengumuman para pemain Timnas Indonesia U-22 yang akan tampil di SEA Games 2023 di Jakarta, Jumat (21/3/2023). PSSI selaku federasi sepak bola Indonesia resmi merilis 20 pemain Timnas Indonesia U-22 untuk SEA Games 2023 Kamboja. Pemilihan pemain yang dikirim ke kompetisi tersebut didasarkan dari segi kesiapan, terutama dalam hal mental. Timnas Indonesia U-22 tergabung di Grup A SEA Games 2023 bersama tuan rumah Kamboja, Myanmar, Filipina, dan Timor Leste.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Figur calon wakil presiden menjadi pembicaraan banyak orang. Sosok yang nantinya mengemban tugas tersebut haruslah orang yang berprestasi dan berjiwa muda. Tujuannya agar menguatkan dan melengkapi calon presiden.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Wawan Mas'udi menilai Menteri BUMN Erick Thohir harus mempertahankan kinerja yang baik selama memimpin Kementerian BUMN agar dapat mendongkrak elektabilitas-nya sebagai cawapres pada Pemilu 2024.

Baca Juga

Menurut Wawan, Erick harus mempertahankan kinerja yang baik itu karena sebagai sosok profesional, dalam menuju kepemimpinan politik, ia harus menunjukkan kinerja yang baik dan efektif.

"Untuk menuju ke arah kepemimpinan politik pilihannya banyak, bisa dari partai politik (parpol) dan bisa dari dari kinerja yang baik selama memimpin jabatan publik. Pak Erick memilih dari profesional atau teknokrat sehingga mau tak mau ia harus menunjukkan kinerja yang bagus dan efektif selama menjadi Menteri BUMN," kata Wawan di Jakarta, pada Jumat (5/5/2023).

Wawan mengatakan membangun profil untuk dikenali publik berdasarkan kinerja yang baik menjadi kunci utama bagi Erick dalam mendongkrak elektabilitas sebagai cawapres. 

"Pak Erick harus bisa membangun leadership branding yang basis-nya kinerja. Langkah tersebut sangat efektif bagi profesional dan teknokrat yang ingin membangun legitimasi," ucap Wawan.

Kerja Nyata

Koordinator Relawan Konco Erick Thohir Semarang, Rahmat Hidayat menyambut gembira hasil survei calon wakil presiden (cawapres) Menteri BUMN Erick Thohir. Di mana berdasarkan hasil survei terbaru dari Poltracking Indonesia dan Indikator Politik Indonesia (IPI), pemimpin andalan dan kepercayaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut mendapatkan elektabilitas tertinggi di bulan April.

Berdasarkan hasil survei dari Poltracking Indonesia di bulan April, Erick Thohir berada di posisi pertama bursa cawapres dengan elektabilitas 17,1 persen. Sedangkan dari hasil survei IPI, Eks Presiden Inter Milan tersebut berada di posisi kedua dengan elektabilitas sebesar 17,3 persen.

Rahmat mengatakan hasil survei tersebut merupakan bentuk apresiasi masyarakat terhadap kerja nyata yang sudah dilakukan oleh Erick Thohir selama berada di pemerintahan.

“Kita bisa lihat dari hasil survei Pak Erick Thohir yang berada di posisi teratas, ini adalah bentuk apresiasi masyarakat kepada beliau yang sudah bekerja nyata untuk Indonesia di pemerintahan,” terang Rahmat.

Tokoh Pemuda Semarang ini kemudian menjelaskan kerja nyata yang sudah dilakukan oleh Erick Thohir di pemerintahan yang di antaranya adalah menggalakkan program penggerak ekonomi dan pemberantasan korupsi. Di bidang ekonomi masyarakat, Rahmat mengatakan Erick Thohir terus menggalakkan program penunjang UMKM seperti KUR, Mekaar, Pasar Digital UMKM, Rumah BUMN bahkan hingga Santripreneur.

Kemudian di bidang pemberantasan korupsi, Erick Thohir terbaru berhasil mengungkap kasus proyek fiktif di tubuh Waskita Beton Precast. Di mana proyek fiktif ini telah merugikan negara sebesar Rp 2,5 triliun.

“Kerja – kerja nyata Pak Erick Thohir berdampak terhadap upaya penyejahteraan masyarakat. Mulai dari program – program yang digalakkan oleh beliau bahkan sikap anti korupsinya pun berdampak terhadap upaya penyejahteraan,” ujar Rahmat.

Ia menjelaskan dari upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh Erick Thohir di Kementerian BUMN, kinerja – kinerja perusahaan BUMN menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kinerja – kinerja positif perusahaan BUMN kemudian menghasilkan laba dan dividen yang akan diserahkan kepada negara untuk menunjang program – program pemerintah untuk masyarakat.

Terbukti dividen Kementerian BUMN kepada negara saat ini mencatatkan rekor tertinggi yakni Rp 80 triliun. Hal ini tentunya tidak terlepas dari kepemimpinan Erick Thohir di Kementerian BUMN.

Sehingga dengan rekam jejak yang luar biasa ini, Rahmat menegaskan Erick Thohir sangat layak untuk menjadi pemimpin Indonesia selanjutnya.

“Kerja nyata Pak Erick Thohir untuk negara dan masyarakat itu terukur, tidak ambigu. Buktinya dividen Kementerian BUMN saat ini berada di rekor tertinggi, karena itu kami dari dulu hingga kini meyakini Pak Erick Thohir layak untuk menjadi pemimpin kita selanjutnya,” pungkas Rahmat.

Cawapres harus yang muda

Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin mempersilakan mereka yang berusia muda untuk menjadi calon wapres dalam Pemilihan Umum 2024.

"Kalau saya sudah bilang, saya ini umur saya ini sudah 80 (tahun) sekarang, besok 81 (tahun), saya kira sudah terlalu tua, ya. Oleh karena itu, saya pikir sebaiknya yang muda-muda saja, lebih muda lebih segar," kata Wapres Ma'ruf Amin di Universitas Negeri Padang, Sumatra Barat.

Wapres Ma'ruf menyampaikan hal tersebut saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan adanya partai politik yang meminang Ma'ruf Amin sebagai cawapres dalam Pilpres 2024.

"Ya, bagi saya supaya cari yang muda-muda, yang memang masih banyak siap untuk menjadi wapres, 'kan saya sudah 5 tahun, umurnya sudah tua, bagaimanapun umur itu 'kan harus dihitung," ungkap Wapres.

Wapres Ma'ruf pun mengaku merasa sudah cukup 5 tahun bekerja dan mengabdi bagi negara.

"Akan tetapi, tidak berarti saya berhenti. Saya terus berkiprah, cuma bukan sebagai pejabat negara, bukan sebagai wakil presiden lagi, tetapi 'kan pengabdian itu tidak pernah berhenti sampai habis. Berhenti itu kalau kita sudah dipanggil," tambah Wapres.

Artinya, meski sudah tidak lagi menjawab sebagai wapres, Ma'ruf Amin mengaku masih akan mengabdi bagi Indonesia.

"Jadi, tidak berarti saya berhenti mengabdi, mengabdi itu without endtanpa berhenti, dan terus sampai akhir hayat," ungkap Wapres.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement