Selasa 18 Apr 2023 00:15 WIB

KIB Diharapkan Usung Kader Partai Jadi Capres atau Cawapres Koalisi Besar

Pengusungan capres dan cawapres akan memperkuat koalisi.

Ilustrasi paparan survei elektabilitas tokoh bakal capres dan cawapres.
Foto: istimewa/doc humas
Ilustrasi paparan survei elektabilitas tokoh bakal capres dan cawapres.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA — Koalisi Indonesia Bersatu diharapkan mengusung kader partai untuk menjadi calon presiden atau calon wakil presiden. Kader tersebut nantinya akan mengerek elektabilitas partai pada Pemilu 2024, bahkan memenangkan kontestasi, untuk kemudian memimpin negeri ini.

"KIB bisa saja menyusun langkah power sharing dengan mengusung salah satu kader untuk menjadi capres atau cawapres dan kemudian disodorkan ke dalam koalisi besar," ujar  Pengamat politik dan pendiri Indonesia Political Power Ikhwan Arif, Senin (17/4/2023).

Baca Juga

Usulan capres atau cawapres dari KIB mempermudah wacana peleburan koalisi besar semakin terwujud. Peleburan KIB-KIR menjadi koalisi besar tidak lepas dari peran Jokowi. Restu Jokowi akan membuat kedua koalisi bersatu dan menjadi kekuatan besar. Kekuatan ini mampu menghadapi PDIP meski Jokowi adalah kader PDIP. 

Artinya koalisi besar yang direstui Jokowi akan berhadapan dengan PDIP sebagai koalisi tunggal yang mengusung capres dari garis keturunan Sukarno. 

"PDIP ingin merapat ke Koalisi Besar lantaran muncul narasi Prabowo-Airlangga dan PDIP tidak mau ketinggalan sebagai salah satu partai pendukung pemerintah," tambahnya. 

Arif menambahkan PDIP  menyadari mereka berpotensi kalah jika koalisi besar terbentuk. Keyakinan PDIP sebagai tuan rumah koalisi merupakan respons dari ketakutan PDIP ditinggalkan koalisi pemerintah.

"Sehingga PDIP harus mengambil langkah percaya diri sebagai tuan rumah dari koalisi," lanjutnya.

Di satu sisi lain, Jokowi merestui capres dari koalisi besar yang sepertinya mengarah ke sosok Prabowo Subianto. Arif menambahkan jika restu Jokowi sudah diperoleh Prabowo,  bisa saja posisi wakilnya akan jatuh pada KIB, yaitu Airlangga atau bisa saja sebaliknya.

Karena itu,  masuknya PDIP dalam wacana peleburan koalisi besar semakin mempersulit konsolidasi partai jika partai itu mendorong capres Koalisi Besar dari kadernya sendiri.

"PDIP tentu akan meminta jatah capres atau cawapres, sementara koalisi besar kemungkinan akan mengusung Prabowo-Airlangga. Posisi capres akan sulit didapatkan PDIP karena sudah jatahnya Prabowo atau Airlangga untuk maju," tegasnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement