Jumat 24 Mar 2023 14:26 WIB

Dikenal Suka Kritik Pemprov DKI, Azas Tigor Nainggolan Kini Jadi Komisaris PT LRT Jakarta 

Perubahan susunan dewan komisaris PT LRT Jakarta berlaku per 21 Maret 2023.

Rep: Eva Rianti/ Red: Teguh Firmansyah
, Azas Tigor Nainggolan (kiri).
Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
, Azas Tigor Nainggolan (kiri).

REPUBLIKA.CO.ID,   JAKARTA -- Pengamat kebijakan transportasi Azas Tigor Nainggolan dikabarkan masuk jajaran PT LRT Jakarta sebagai komisaris. Ia sebelumnya dikenal kerapkali melayangkan kritik terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. 

Pria yang juga merupakan Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) tersebut diketahui sering mengkritik kebijakan Pemprov DKI Jakarta terutama ihwal pertransportasian di Ibu Kota. Di antaranya, mengkritik manajemen Transportasi Jakarta karena banyaknya kecelakaan serta mangkraknya proyek moda transportasi seperti Transportasi Jakarta dan LRT. 

Baca Juga

Corporate Secretary PT LRT Jakarta Sheila Indira Maharshi dalam keterangan resmi menjelaskan perubahan susunan dewan komisaris PT LRT Jakarta per 21 Maret 2023.  "Sesuai dengan Keputusan Para Pemegang Saham (KPPS) di Luar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT LRT Jakarta tertanggal 21 Maret 2023, maka bersama ini disampaikan bahwa terhitung tanggal tersebut terdapat pergantian susunan Dewan Komisaris PT LRT Jakarta," terangnya. 

Berikut susunan dewan komisaris PT LRT Jakarta berdasarkan keputusan tersebut:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama         : Bapak Iwan Takwin

Komisaris                    : Bapak Romy Bareno

Komisaris                    : Bapak Azas Tigor Nainggolan

Sementara susunan Direksi LRT Jakarta adalah sebagai berikut :

Direksi

Direktur Utama           : Bapak Hendri Saputra

Direktur                       : Bapak Aditia Kesuma Negara Dalimunthe

Direktur                       : Bapak Sahurdi

"Perubahan susunan ini merupakan bagian dari komitmen LRT Jakarta untuk terus bertransformasi menjadi perusahaan penyedia jasa layanan transportasi publik yang semakin terdepan dalam sektor kereta listrik modern dan pengembangan bisnis perusahaan di masa depan," jelas Sheila.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement