Senin 06 Mar 2023 05:50 WIB

Sebanyak 4.000 Siswa SMK/MA se-Indonesia Ikut SIC Batch 4

Pendaftaran batch 1, 2, dan 3, masing-masing diikuti 133, 396, dan 1.000 peserta.

Siswa SMK Al Huda, Kota Kediri, Jawa Timur memamerkan hasil karyanya SIC batch 3.
Foto: Istimewa
Siswa SMK Al Huda, Kota Kediri, Jawa Timur memamerkan hasil karyanya SIC batch 3.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah menggalakkan kembali program penyediaan talenta digital pada 2023. Program tersebut menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan program transformasi digital. Samsung Innovation Campus (SIC) menjadi salah satu program untuk siswa sekolah menengah menjadi digital talenta Indonesia masa depan.

SIC ditujukan kepada calon talenta digital yang merupakan siswa-siswi kelas 11 atau 12 sekolah menengah kejuruan (SMK) dan madrasah aliyah (MA). SIC batch 4 dengan kuota 4.000 siswa akan berlangsung sembilan bulan, dengan acara puncak dihelat pada Oktober 2023. Sebelumnya, pendaftaran batch 1, 2, dan 3, masing-masing diikuti oleh 133, 396, dan 1.000 peserta.

Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia, Ennita Pramono, mengatakan, pemberian kuota yang lebih besar pada tahun ini, merupakan komitmen Samsung agar benefit dari pelatihan di SIC bisa dinikmati oleh lebih banyak siswa dan guru di Indonesia. Total pendaftar SIC berjumlah 4.495 siswa dan 455 guru dari 256 SMK/MA di seluruh Indonesia.

"Kami bangga dengan tingginya antusiasme masyarakat pada fase pendaftaran SIC batch 4, sehingga kami optimistis bahwa program ini akan kembali sukses untuk mencetak talenta-talenta digital muda dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat maupun industri," ucap Ennita dalam siaran pers di Jakarta, Senin (6/3/2023).

Pada batch 4, semua peserta yang terdaftar dan telah menyelesaikan pretest dapat bergabung dengan kursus coding and programming bahasa Python bersama guru mereka. Fase selanjutnya, yaitu Hackathon Innovation akan tersaring sejumlah 1.000 siswa, yang dilanjutkan dengan IoT bootcamp diikuti oleh 500 siswa terbaik. Dari jumlah itu, sebanyak 100 ide produk IoT atau meningkat empat kali lipat dibandingkan SIC batch 3 akan dikembangkan selama bootcamp.

Co-founder & Chief of Business Skilvul, William Hendradjaja menyampaikan, pihaknya antusias menjadi bagian dari program SIC batch 4 dengan menghadirkan solusi end-to-end. Pihaknya ingin terlibat untuk mengembangkan talenta digital yang dibutuhkan Indonesia, di tengah masifnya digitalisasi.

"Melalui model pembelajaran blended learning di SIC, para partisipan dan guru mereka akan mendapatkan keterampilan mengenai problem solving dan menggunakan coding and programming untuk memformulasikan solusi atas persoalan sosial yang terjadi di sekitar mereka. Itu semua akan menjadi fondasi yang kuat bagi mereka saat nanti mereka merintis karier dan terjun langsung ke masyarakat setelah mereka lulus," kata William.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement