Senin 07 Nov 2022 22:37 WIB

Satgas Covid-19: Penerima Vaksin Dosis Ketiga 65,45 Juta Jiwa

Total penerima vaksin Covid-19 dosis kedua sejak Desember 2020 ada 172.012.612 jiwa.

Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 (ilustrasi)
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melaporkan hingga Senin (7/11/2022) ini, penerima vaksin dosis ketiga di Indonesia tercatat sebanyak 65,45 juta jiwa. Hal itu berdasarkan data sampai pukul 19.00 WIB.

Data yang diterima di Jakarta, Senin menyebutkan penambahan penduduk yang sudah mendapatkan dosis penguat ini sebanyak 75.646 sehingga totalnya mencapai 65.454.762 jiwa. Artinya sudah 27,89 persen penduduk mendapat vaksinasi dosis ketiga ini.

Baca Juga

Sementara itu, total penerima vaksin Covid-19 dosis kedua sejak Desember 2020 sebanyak 172.012.612 jiwa. Sehingga sampai saat ini persentase dari keseluruhan jumlah penduduk Indonesia adalah 73,30 persen.

Penambahan angka penerima vaksin juga tercatat pada total vaksinasi dosis pertama yang mencapai 205.201.515 dosis, atau bertambah 11.425 jiwa. Artinya sudah lebih dari 87 persen penduduk mendapatkan vaksinasi dosis pertama sejak Desember 2020. Sedangkan vaksin dosis keempat yang saat ini masih dikhususkan bagi tenaga Kesehatan, sudah mencapai 685.469 dosis. 

 

Pemerintah menetapkan target vaksinasi seluruh penduduk Indonesia sebanyak 234.666.020 jiwa dengan sasaran vaksinasi pada tenaga kesehatan, petugas publik, masyarakat rentan dan masyarakat umum termasuk anak usia 12 sampai 17 tahun dan enam sampai 11 tahun.

Plt. Direktur Pengelolaan Imunisasi Ditjen P2P Kemenkes Prima Yosephine pada Senin mengatakan pemerintah terus berupaya menyediakan stok vaksin sesuai dengan banyaknya kuota yang diminta. Oleh karenanya, bagi daerah yang membutuhkan vaksin Covid-19 diharapkan untuk segera melapor ke Kementerian Kesehatan agar distribusi dapat segera dilakukan.

Ia juga meminta masyarakat untuk tidak menyia-nyiakan stok vaksin sampai dengan batas kedarluwasanya, sehingga kekebalan tubuh setiap orang dapat tetap terjaga dan terhindar dari infeksi Covid-19.

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement