Jumat 04 Nov 2022 05:51 WIB

TNI AL Siapkan Kapal Full Combat untuk Pengamanan KTT G20 Bali

KSAL memerintahkan jajarannya untuk melakukan konsep pengamanan yang siap tempur.

Rep: Flori Sidebang/ Red: Agus raharjo
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono memastikan, kondisi di Laut Natuna Utara aman dan tak ada intimidasi dari kapal-kapal asing. Untuk memastikan hal tersebut, Yudo memerintahkan Gugus Tempur Laut Komando Armada I sebagai pengendali taktis operasi.
Foto: Istimewa
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono memastikan, kondisi di Laut Natuna Utara aman dan tak ada intimidasi dari kapal-kapal asing. Untuk memastikan hal tersebut, Yudo memerintahkan Gugus Tempur Laut Komando Armada I sebagai pengendali taktis operasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- TNI Angkatan Laut (AL) akan mengerahkan sebanyak 12 unit Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) untuk mengamankan pelaksanaan KTT G20 di Nusa Dua, Bali pada 15-16 November 2022. Kapal yang disiapkan tersebut merupakan jenis kapal tempur atau full combat.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, dia berperan untuk menjamin keselamatan para tamu pimpinan dari berbagai negara yang hadir dalam pertemuan tersebut. Sehingga pihaknya menerjunkan belasan KRI itu agar dapat mengamankan wilayah perairan di sekitar Bali.

Baca Juga

"Tentu saya yang diperintah melaksanakan pengamaan di laut harus menjamin keamanan itu, makanya kapal yang diproyeksikan ke sana adalah kapal-kapal yang siap tempur, full combat," kata Yudo usai meresmikan Pura Darma Segara di Komplek Balai Samudera Sunter Kodamar, Jakarta Utara, Kamis (3/11/2022).

Meski demikian, Yudo tidak dapat merinci kapal tempur apa saja yang bakal dikerahkan dalam pengamanan tersebut. Dia hanya menyampaikan bahwa kapal-kapal perang itu nantinya memiliki persenjataan lengkap untuk tempur dan setiap kapal ditempatkan dalam jarak radius 12 mil di wilayah perairan Bali dan sekitarnya.

"Enggak boleh, itu rahasia. Yang jelas (dikerahkan) kapal kombatan karena memiliki persenjataan yang full combat dan heli deck, kemudian ada pasukan khususnya yang ada di kapal tersebut," jelas dia.

Ia pun memerintahkan jajarannya untuk melakukan konsep pengamanan yang siap tempur. Sebab, jelasnya, TNI AL harus dapat memastikan keamanan presiden beserta delegasi dari seluruh anggota KTT G20 yang akan hadir dalam pertemuan di Bali tersebut.

"Karena memang yang kita amankan adalah (tamu) VVIP, para presiden," ujarnya.

"Tentunya saya perintahkan ini adalah pengamanan untuk siap tempur. Jadi kita ini punya kriteria siap tempur, siap operasi, dan tidak siap. Kalau siap operasi ini siapnya siap untuk penegakan kedaulatan, penegakan hukum. Tapi kalau siap tempur, berarti harus siap tempur dengan persenjataan yang tentunya normal penuh," tambahnya menjelaskan.

Disamping itu, Yudo mengungkapkan, hingga kini belum ada kapal milik negara peserta KTT G20 yang bakal melakukan pengamanan terhadap presidennya masing-masing. Namun, ia tidak mempermasalahkan jika nantinya ada kapal dari negara tertentu yang turut melaksanakan pengamanan di perairan Indonesia.

"Jadi begini sampai saat ini belum ada kapal asing yang akan melaksanakan pengaman terhadap presidennya (saat KTT G20 di Bali)," ujar dia.

"Saya kira nanti kalau ada kapal asing yang akan masuk, ingin bergabung, ada prosedurnya lagi. Nanti akan kita bicarakan lagi. Kalau sampai saat ini belum ada. Maksudnya belum ada yang akan ikut mengamankan di sini (Bali)," imbuhnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement