Kamis 03 Nov 2022 18:43 WIB

Ketua KPK: Lukas Enembe Kooperatif Selama Pemeriksaan

Ketua KPK mengatakan Gubernur Papua Lukas Enembe kooperatif selama pemeriksaan.

Rep: Flori Sidebang/ Red: Bilal Ramadhan
Ketua KPK Firli Bahuri bertemu Gubernur Papua Lukas Enembe di Papua. Ketua KPK mengatakan Gubernur Papua Lukas Enembe kooperatif selama pemeriksaan.
Foto: Istimewa
Ketua KPK Firli Bahuri bertemu Gubernur Papua Lukas Enembe di Papua. Ketua KPK mengatakan Gubernur Papua Lukas Enembe kooperatif selama pemeriksaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya memeriksa Gubernur Papua Lukas Enembe terkait dugaan penerimaan suap dan gratifikasi sejumlah pekerjaan atau proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Papua. Ketua KPK, Firli Bahuri mengatakan, Lukas bersikap kooperatif selama pemeriksaan tersebut.

Firli diketahui turut ikut serta dalam tim penyidik KPK yang berangkat ke Papua untuk meminta keterangan Lukas terkait kasus tersebut. Dia menyebut, kedatangannya ke Bumi Cenderawasih dalam rangka melaksanakan tugas penegakan hukum.

Baca Juga

"Dalam hal ini pemeriksaan permintaan keterangan terhadap Saudara Lukas Enembe, baik sebagai saksi maupun sebagai tersangka. Dan itu sudah selesai. Proses tadi cukup lancar, tidak ada hambatan apapun, kerja sama dan beliau sungguh-sungguh kooperatif," kata Firli dalam rekaman suara yang diterima di Jakarta, Kamis (3/11/2022).

Selain itu, Firli menyebut, rakyat Papua juga sangat menghormati atas proses hukum yang berjalan. Sehingga proses pemeriksaan di kediaman Lukas berlangsung lancar selama kurang lebih 1,5 jam.

 

"Tadi beliau sudah memberikan keterangan pada KPK terkait dengan beberapa hal yang dibutuhkan oleh penyidik KPK," ujarnya.

Menurut Firli, pemeriksaan ini merupakan salah satu langkah maju dalam proses penegakkan hukum yang berdasarkan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Sebab, jelas dia, disamping menegakkan hukum, pihaknya menjunjung tinggi asas pokok pelaksanaan tugas KPK, baik demi kepentingan umum, transparan, akuntabel, menjamin kepastian hukum dan keadilan, serta terlaksananya HAM.

Dia mengungkapkan, selain tim penyidik KPK, dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga melibatkan empat dokter. Dua diantaranya berasal dari Jakarta, dan dua dokter lainnya tergabung dalam IDI daerah.

Firli menjelaskan, tujuan kedatangan para dokter ini untuk memastikan kondisi kesehatan Lukas. Sebab, dalam pemeriksaan, KPK mengutamakan kesehatan Lukas.

Meski demikian, dia menjelaskan, nantinya akan ada proses tersendiri untuk mendalami kondisi Lukas. Firli menyebut, jadwal pengecekan medis Lukas bakal ditentukan oleh IDI.

"Nanti IDI yang lakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait kondisi kesehatan Lukas Enembe. Nanti itu sendiri, kenapa kami katakan sendiri? Karena kami ingin menjaga independensi dari IDI dan kami tidak ingin kegiatan IDI terganggu oleh kita," jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement