Senin 17 Oct 2022 18:39 WIB

Juri Ardiantoro Jadi Saksi Keaslian Ijazah Jokowi

Tuduhan keaslian ijazah Jokowi dinilai sebagai upaya ciptakan kegaduhan.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Indira Rezkisari
Presiden Jokowi saat bertemu dengan teman-temannya semasa kuliah di Fakultas Kehutanan, UGM. Jokowi bertemu dengan teman-temannya di kawasan Ambarukmo, Sleman, Ahad (16/10).
Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi saat bertemu dengan teman-temannya semasa kuliah di Fakultas Kehutanan, UGM. Jokowi bertemu dengan teman-temannya di kawasan Ambarukmo, Sleman, Ahad (16/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Juri Ardiantoro menyampaikan, tidak pernah meragukan keaslian ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebab, dirinya merupakan pelaku atas proses validasi keabsahan berkas-berkas Jokowi, termasuk ijazah mendaftarkan diri sebagai calon Gubernur DKI Jakarta tahun 2012 dan sebagai calon Presiden tahun 2014.

“Pada saat pak Jokowi mendaftar sebagai calon gubernur DKI saya menjadi Ketua KPU provinsi DKI. Dan saat beliau mendaftar sebagai Capres, saya menjadi Komisioner KPU RI,” kata Juri, dikutip dari siaran pers KSP, Senin (17/10/2022).

Baca Juga

Juri menegaskan, dalam dua peristiwa tersebut, KPU sebagai institusi yang menerima dan memeriksa dokumen yang diajukan, telah melakukan verifikasi lapangan termasuk membuka dan menerima pengaduan publik bagi calon-calon yang mendaftar.

“Hasil dari pemeriksaan, verifikasi, dan tidak adanya aduan publik, saat itu KPU memutuskan tidak ada keraguan bahwa dokumen-dokumen yang diajukan memenuhi syarat alias asli. Termasuk dokumen ijazah,” kata Juri.

Juri menilai, tuduhan dan gugatan terhadap keaslian ijazah Presiden oleh Bambang Tri Mulyono dan pihak-pihak lain dilakukan untuk membuat kegaduhan. Menurut dia, mereka juga tidak peduli Indonesia tenang.

Bahkan, sambung Juri, mereka juga tidak peduli terhadap usaha-usaha pemerintah di bawah kepemimpinan Jokowi yang telah bangkit dari berbagai kesulitan akibat pandemi dan mendapat pengakuan dunia.

“Sekali lagi, ini bukan soal ijazah, mereka sengaja menganggu Pak Jokowi. Karena saya yakin Bambang Tri Mulyono dan pihak-pihak lain yang ikut mengamplifikasi tuduhan itu, sebenarnya tahu bahwa ijazah pak Jokowi asli,” ujarnya.

Ia juga menyebut, bahwa isu ijazah palsu Presiden Jokowi sengaja digulirkan oleh Bambang Tri Mulyono dan pihak-pihak lain, karena mereka tidak ingin melihat kesuksesan Jokowi dalam membawa kemajuan bagi Indonesia. Hal itu juga dinilai sebagai bentuk kekhawatiran terhadap pengaruh Jokowi pada pemilu 2024.

“Mereka khawatir terhadap kontestasi 2024. Di mana ketokohan dan keberhasilan pak Jokowi yang diyakini memiliki pengaruh yang sangat kuat dan menjadi kiblat pilihan politik masyarakat. Jadi sekali lagi, ini bukan soal ijazah saja,” kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement