Rabu 03 Aug 2022 06:45 WIB

Gubernur Khofifah: Alhamdulillah Realisasi Pendapatan Pemprov Jatim Tertinggi Nasional

Gubernur Khofifah jelaskan realisasi Pendapatan Pemprov Jatim Rp 16,43 triliun

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan realisasi Pendapatan Pemprov Jatim sebesar Rp 16,43 triliun dari target sebesar Rp 27,64 triliun atau sebesar 59,46 persen dan merupakan capaian realisasi pendapatan tertinggi secara nasional. Ilustrasi.
Foto: Prayogi/Republika.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan realisasi Pendapatan Pemprov Jatim sebesar Rp 16,43 triliun dari target sebesar Rp 27,64 triliun atau sebesar 59,46 persen dan merupakan capaian realisasi pendapatan tertinggi secara nasional. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjelaskan berdasarkan data Laporan Realisasi Anggaran (LRA) per 30 Juli 2022 pada Dirjen Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, realisasi Pendapatan Pemprov Jatim sebesar Rp 16,43 triliun dari target sebesar Rp 27,64 triliun atau sebesar 59,46 persen dan merupakan capaian realisasi pendapatan tertinggi secara nasional.

Sementara realisasi belanja Pemprov Jatim berdasarkan LRA per 30 Juli 2022 sebesar Rp 13,751 triliun atau sebesar 46,69 persen dan merupakan tertinggi ketiga se-Indonesia setelah Jawa Barat dan Bengkulu. "Bahkan per hari ini, Selasa  (2/8/2022) pukul  17.45 berdasarkan data SieKeuda realisasi belanja Pemprov Jatim  sudah mencapai Rp 14,529 triliun atau 48,98 persen" jelas Gubernur Khofifah. Sebagai informasi APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2022 adalah Rp 29,454 triliun.

Baca Juga

Pada saat yang sama Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini menjelaskan bahwa posisi Kas Pemerintah Daerah di Jawa Timur baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota per 30 Juli 2022, berdasarkan data Bank Jatim tercatat sebesar Rp 24,661 triliun. "Dari jumlah tersebut, kas milik Pemprov Jatim sebesar Rp 5,753 trilyun, sedangkan sisanya Rp 18,908 triliun merupakan kas milik 38 Kabupaten/Kota", kata Khofifah di kantor Gubernur Jl. Pahlawan Surabaya, Selasa (2/8/2022).

Lebih lanjut Khofifah menjelaskan bahwa dari Kas Rp 5,753 triliun tersebut sebesar Rp 4 triliun merupakan sisa lebih anggaran tahun 2021 yang memang menurut regulasi baru dapat digunakan setelah penetapan Perubahan APBD 2022, sedangkan sisanya Rp 1,5 triliun merupakan cashflow untuk membiayai kegiatan rutin sehari hari.

“Sebagai Wakil Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus berkoordinasi dan mendorong agar 38 Kabupaten/Kota segera melakukan percepatan realisasi belanja agar mampu menjadi stimulus perekomian masyarakat di saat ekonomi Jawa Timur mulai tumbuh,” kata Gubernur yang juga Ketua PP Muslimat ini.

Dia berharap semoga ke depan Propinsi Jawa Timur terus berkontribusi terbaik bagi kejayaan Indonesia dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur pada umumnya. "Selanjutnya kami juga menyampaikan terima kasih atas kerja sama,kerja keras, dan kerja ikhlas semua warga Jatim," ungkapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement