Senin 11 Jul 2022 18:21 WIB

Tiga Penampilan Ini Bisa Mengundang Pelecehan Seksual di Kereta dan Mal

Pelaku yang sudah memiliki persoalan pribadi tak boleh didukung oleh situasi.

Rep: Ali Mansur/ Red: Ilham Tirta
Ilustrasi Pelecehan Seksual
Foto: Pixabay
Ilustrasi Pelecehan Seksual

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fenomena kejahatan pelecehan seksual di ruang publik, baik di transportasi umum dan pusat perbelanjaan mulai sering terungkap. Namun, menurut Kriminolog dari Universitas Indonesia, Maria Zuraida, pelecehan seksual di tempat umum sudah banyak terjadi sejak lama.

"Hanya saja diulang-ulang pemberitaannya agar ada warning bagi pengguna transportasi umum," ujar Maria saat dihubungi melalui pesan singkat, Senin (11/7/2022).

Baca Juga

Menurut Maria, setidaknya ada tiga faktor yang membuat seorang wanita berpotensi menjadi korban pelecehan seksual di transportasi umum. Misalnya, wanita memakai celana ketat atau rok mini dengan blues yang sexy. Hal itu bisa mengundang pelecehan.

Kemudian, lanjut Maria, dandanan menor dan memakai wewangian atau parfum yang menyolok juga sering mengundang pelecehan. Karena itu, ia memberikan tips agar berpakaian sopan dan tidak mengenakan parfum yang menyolok.

 

"Sebaiknya berpakaian sopan, rapi, dandanan tidak menor, dan pakai parfum yang tidak menyolok. Kalau begini masih dilecehkan, teriak saja jika perlu tampar orang yang melecehkan tersebut. Tangkap ramai-ramai dan laporkan pada petugas keamanan," kata Maria.

Maria juga sependapat dengan adanya ada peringatan di KRL melalui pengeras suara, jika terjadi pelecehan seksual agar melapor pada petugas. Kemudian, para pelaku harus dihukum dan jangan dilepas begitu saja agar ada efek jera.

Kriminolog dari UI lainnya, Josias Simon mengatakan, pelaku pelecehan seksual memiliki persoalan pribadi. Hal itu membuat pelaku nekad melakukan tindak pelecehan, baik di transportasi umum maupun di pusat perbelanjaan.

Sebagai langkah pencegahan, pihak terkait harus memperkuat teknologi pengawasan dan pengawasan bersama masyarakat. "Umumnya pelaku sudah punya persoalan pribadi, tapi didukung situasi, kereta sempit, mal ramai. Mencari kesempatan melakukan pelecehan," ujar Josias.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement