Senin 11 Jul 2022 15:23 WIB

Pemkot Yogyakarta Lanjutkan Pemeriksaan Hewan Qurban

Pemkot Yogyakarta memastikan keamanan daging qurban yang dibagikan ke masyarakat.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Nur Aini
Pemeriksaan dengan ketat terhadap hewan qurban yang disembelih di masa Idul Adha 2022 ini terus dilakukan di Kota Yogyakarta.
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Pemeriksaan dengan ketat terhadap hewan qurban yang disembelih di masa Idul Adha 2022 ini terus dilakukan di Kota Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemeriksaan dengan ketat terhadap hewan qurban yang disembelih di masa Idul Adha 2022 ini terus dilakukan di Kota Yogyakarta. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya mengatakan, hal itu dilakukan untuk memastikan keamanan daging qurban yang dibagikan ke masyarakat.

Pemeriksaan utamanya untuk memastikan daging yang sampai kepada masyarakat aman dari penyakit mulut dan kuku (PMK). Pemeriksaan dilakukan Pemkot Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) dengan menerjunkan ratusan tim pengawasan selama Idul Adha 2022.

Baca Juga

Tim tersebut memeriksa organ dan daging hewan qurban yang sudah disembelih. Aman menuturkan, pemeriksaan dilakukan terhadap penyembelihan hewan qurban yang ada di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) maupun di luar RPH. Menurut Aman, saat ini potensi PMK di Kota Yogyakarta relatif terkendali dan pengawasan juga masih terus berproses.

"Relatif terkendali baik RPH Giwangan maupun pemotongan hewan qurban di wilayah masyarakat. Mudah-mudahan di Kota Yogyakarta bisa dikendalikan dengan baik," kata Aman.

 

Selain itu, pihaknya juga mengoptimalkan penyembelihan di RPH Giwangan agar proses penyembelihan sesuai standard operating procedure (SOP) mengingat saat ini adanya wabah PMK. Ia menegaskan, penyembelihan hewan kurban di RPH Giwangan memiliki standar pemotongan dan pemeriksaan yang lebih terjamin. 

Dengan begitu, katanya, deteksi terhadap aspek kesehatan dan kelayakan hewan kurban dapat diperoleh dengan baik. Untuk itu, RPH Giwangan pun dioptimalkan guna melayani penyembelihan hewan kurban di masyarakat. 

"Optimalisasi pemanfaatan RPH sudah relatif baik. Untuk masyarakat yang memotong di masing-masing tempat wilayah, sebagian sudah diarahkan ke RPH Giwangan," ujar Aman.

Menurutnya, tahun ini lebih banyak masyarakat yang melakukan penyembelihan hewan qurban di luar RPH. DPP Kota Yogyakarta pun memperkirakan sekitar 600 titik penyembelihan hewan kurban di luar RPH. Data terakhir pada akhir pekan kemarin baru menunjukkan titik penyembelihan yang didaftarkan baru hampir mencapai 300 titik.

Kepala DPP Kota Yogyakarta, Suyana mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemantauan di lebih dari 227 titik penyembelihan hewan qurban. Dari pemantauan yang dilakukan, lebih dari 1.300 sapi yang sudah diperiksa setelah disembelih.

"Beberapa ditemukan ada yang PMK, tapi sudah sembuh. Artinya terlihat ada tanda-tanda PMK yang sudah sembuh, ada juga tanda-tanda yang baru akan PMK, misalnya di jantungnya terlihat ada garis-garisnya dan lain sebagainya. Boleh dibagikan (dagingnya), tapi harus direbus dahulu sebelum dibagikan," kata Suyana.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement