Sabtu 02 Jul 2022 05:05 WIB

Hoegeng Award, Kapolri Buka Ruang Kritik untuk Terus Lakukan Perbaikan

Menurut Kapolri, kritik dari masyarakat adalah energi untuk terus melakukan perbaikan

Acara Hoegeng Awards 2022 di Gedung The Tribrata, Jakarta Selatan, Jumat (1/7/2022). Menurut Kapolri, kritik dari masyarakat adalah energi untuk terus melakukan perbaikan.
Foto: Polri
Acara Hoegeng Awards 2022 di Gedung The Tribrata, Jakarta Selatan, Jumat (1/7/2022). Menurut Kapolri, kritik dari masyarakat adalah energi untuk terus melakukan perbaikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan pihaknya berkomitmen untuk terus membuka ruang bagi masyarakat dalam memberikan kritik guna menjadikan institusi Polri yang terus melakukan perbaikan ke depannya. Hal tersebut disampaikan Sigit saat menghadiri acara Hoegeng Awards 2022 di Gedung The Tribrata, Jakarta Selatan, Jumat (1/7/2022).

"Di situlah kami tentunya mencoba untuk memperbaiki diri, membuka ruang untuk dikritik sehingga kita tahu posisi kita di mana dan apa yang harus kita perbaiki," kata Sigit. 

Baca Juga

Menurut Sigit, kritik, saran, atau pun masukan dari masyarakat dijadikan sebagai suatu energi untuk terus melakukan perbaikan. Ia mengibaratkan kritik tersebut selayaknya obat berupa pil pahit yang harus ditelan. 

"Pil itu pahit tapi harus kita makan sehingga kemudian kita bisa menjadi sehat untuk membuat organisasi atau institusi ini menjadi baik, jadi dipercaya. Kemudian masyarakat bisa menerima dan puas dengan pelayanan yang diberikan oleh kepolisian," ujar Sigit.

Terkait Hoegeng Awards, mantan kabareskrim Polri ini mengakui sosok mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso harus dijadikan panutan dan teladan oleh seluruh personel Kepolisian di Indonesia. "Pak Hoegeng sebagai contoh teladan. Saya dan kita semua setuju bahwa Pak Hoegeng bagi kami adalah salah satu teladan, salah satu aset Polri yang kita miliki sampai saat ini. Tentunya beliau sangat melegenda sebagai panutan, sebagai teladan di masanya," ucap eks kapolda Banten itu.

Menurut Sigit, Hoegeng harus dijadikan semangat bagi institusi Polri untuk terus berusaha menjadi seperti apa yang diharapkan oleh masyarakat. "Menjadi pegangan bagi kita semua, menjadi arah bagi kita semua untuk menjadi institusi yang baik seperti yang diharapkan masyarakat, itu bisa terwujud," tutur Sigit.

Sigit menekankan dengan adanya Hoegeng Awards ini, semangatnya adalah masih ada sosok polisi yang dilihat oleh masyarakat untuk layak mendapatkan label untuk meneruskan semangat perjuangan dari Jenderal (Purn) Hoegeng. Bahkan, sebanyak 67 ribu personel kepolisian diusulkan oleh masyarakat untuk meraih penghargaan Hoegeng Awards tersebut. 

"Sehingga kita betul-betul bisa menjadi Polri yang menjadi harapan masyarakat, karena memang kita butuh support, kita butuh kritik, kita butuh pil pahit untuk menjadi lebih baik. Terima kasih dan selamat kepada rekan-rekan. Saya yakin akan tumbuh Hoegeng baru dan semangat keteladanan Hoegeng akan terus kita tanamkan di dalam sanubari dan itu menjadi semangat kami untuk terus menjadi lebih baik," papar Sigit.

Dalam acara Hoegeng Awards 2022, penghargaan tersebut diraih oleh tiga sosok polisi teladan. Ketiga polisi tersebut yakni:

Polisi Berdedikasi

- Kanit Binmas Polsek Muara Gembong Aipda Rohimah

Polisi Inovatif

- Wakapolda Papua Brigjen Eko Rudi Sudarto

Polisi Berintegritas

- Kapolda Gorontalo Irjen Akhmad Wiyagus

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement