Kamis 03 Mar 2022 04:32 WIB

Warga Asing Terima Perlakuan Diskriminatif Saat Coba Tinggalkan Ukraina

Warga asing dilaporkan terima perlakuan diskriminatif saat coba tinggalkan Ukraina.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Agung Sasongko
Orang-orang mencoba naik bus untuk meninggalkan Kyiv, Ukraina, Kamis, 24 Februari 2022.
Foto: AP Photo/Emilio Morenatti
Orang-orang mencoba naik bus untuk meninggalkan Kyiv, Ukraina, Kamis, 24 Februari 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Grace Kass, warga Republik Demokratik Kongo yang saat ini berada di Ukraina. Dia datang ke kota terbesar kedua di Ukraina, Kharkiv, sebagai mahasiswa teknik dan tetap tinggal di sana untuk menempa karir sebagai penata rias. Walaupun, itu mungkin tidak menyenangkan bagi seorang wanita kulit hitam seperti dirinya.

Wanita berusia 24 tahun itu belajar bahasa Rusia dan beberapa bahasa Ukraina. "Ini bukan hanya tempat saya tinggal, saya membuat sesuatu dalam hidup saya (di Ukraina)," kata Kass, menahan air mata di stasiun kereta api kota Przemysl di Polandia di perbatasan dengan Ukraina, dilansir TIME, Rabu (2/3/2022).

Baca Juga

Pada Ahad (27/2/2022) malam, Kass melarikan diri dari Ukraina. Dia berhasil keluar tepat pada waktunya, karena sehari setelah meninggalkan Kharkiv di timur laut Ukraina, kota itu dibombardir dengan roket Rusia yang menewaskan puluhan warga sipil.

Tetapi ketika Kass mencapai Lviv di barat Ukraina dekat Polandia, bergabung dengan kerumunan orang yang mati-matian berusaha naik kereta api untuk keselamatan, dia menghadapi permusuhan dari militer Ukraina, yang membagi orang menjadi dua kelompok. Dua kelompok ini ialah mereka yang berkulit putih, dan yang tidak berkulit putih.

"Kami masuk kereta terakhir," kata Kass, menggambarkan bagaimana dia dan wanita Afrika lainnya dipaksa menunggu di luar saat salju turun, sementara wanita kulit putih dan anak-anak diizinkan naik sebelum mereka.

Kass meyakini jenis kelaminnya adalah satu-satunya alasan dia terhindar dari pemukulan. Sekelompok pria Nepal, India, dan Somalia menggambarkan bagaimana mereka ditendang dan dipukuli dengan tongkat oleh penjaga Ukraina yang kemudian tidak mengizinkan mereka menyeberang dengan berjalan kaki.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement