Ahad 26 Sep 2021 05:00 WIB

Tanah Datar Ingin Kembali Pikat Wisatawan Malaysia

Pemerintah Tanah Datar akan berbicara dengan pemerintah Malaysia untuk buka wisata

Rep: Febrian Fachri / Red: Nur Aini
Pengunjung berfoto dengan latar Rumah Gadang, Nagari Sumpu, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Ahad (29/8/2021). Pemerintah daerah setempat memasang barcode berisi data masing-masing rumah gadang untuk memudahkan wisatawan memperoleh informasi.
Foto: ANTARA/Iggoy el Fitra
Pengunjung berfoto dengan latar Rumah Gadang, Nagari Sumpu, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Ahad (29/8/2021). Pemerintah daerah setempat memasang barcode berisi data masing-masing rumah gadang untuk memudahkan wisatawan memperoleh informasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BATUSANGKAR -- Bupati Tanah Datar, Eka Putra, mengatakan pihaknya akan melakukan pertemuan dengan pemerintah negeri jiran Malaysia seandainya negara ini sudah menerima kembali kedatangan tamu dari luar negeri. Eka menyebut pihaknya ingin mengundang lagi wisatawan dari Malaysia untuk datang ke Tanah Datar.

"Sebelum pandemi, wisatawan Malaysia sudah banyak berkunjung ke Tanah Datar. Kami akan undang kembali dan menyiapkan paket wisata," kata Eka di Gedung Indo Jolito, Batusangkar, Sabtu (25/9).

Baca Juga

Eka mengatakan Tanah Datar dengan Malaysia punya ikatan emosional yang sangat kuat. Terutama negara bagian Malaysia, yakni Negeri Sembilan berisikan perantau yang merupakan bagian dari Kerajaan Pagaruyung.

"Akan kita tawarkan paket wisata seperti ke Kerajaan Pagaruyung, Desa Terindah di Dunia di Nagari Pariangan, Desa wisata Sumpur, Puncak Pato, Puncak Marapalam, Danau Singkarak, dan lain-lain," ujar Eka.

 

Eka menjelaskan, Pemkab Tanah Datar kini mulai membuka kembali keran wisatawan karena kabupaten berjuluk Luhak Nan Tuo ini kini sudah berada di PPKM level 2.

Wakil Bendahara Umum Partai Demokrat itu menyebut beberapa destinasi wisata di Tanah Datar dan tempat penginapan juga sudah mengantongi Cleanliness, Health, Safety and Environment (CHSE) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Dengan telah mengantongi CHSE, destinasi wisata dan tempat penginapan di Tanah Datar dijamin telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Eka berharap dengan prokes yang ketat, dapat mengantisipasi terciptanya klaster penularan covid di daerah destinasi wisata Tanah Datar.

"Yakinlah bahwa kami (Tanah Datar) sangat peduli dengan kesehatan," kata Eka menambahkan. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement