Kamis 09 Sep 2021 23:02 WIB

Kasus Aktif Covid-19 di Bantul Masih 1.068 Pasien

Angka kesembuhan Covid-19 di Bantul mendominasi dibandingkan kasus baru.

asus aktif COVID-19 atau pasien positif yang masih menjalani isolasi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Kamis (9/9) masih 1.068 orang.
Foto: Prayogi/Republika.
asus aktif COVID-19 atau pasien positif yang masih menjalani isolasi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Kamis (9/9) masih 1.068 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Kasus aktif COVID-19 atau pasien positif yang masih menjalani isolasi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Kamis (9/9) masih 1.068 orang. Jumlah ini menyusul tren angka kesembuhan mendominasi dibandingkan dengan penambahan kasus baru.

Berdasarkan data Satgas Penanggulangan COVID-19 Bantuldi Bantul, Kamis, kasus konfirmasi positif dalam sehari bertambah 59 orang, sedangkan pasien sembuh sebanyak 154 orang, sedangkan kasus positif meninggal empat orang. Dengan perkembangan kasus harian itu, maka total kasus positif COVID-19 menjadi 55.660 orang, dengan telah sembuh 53.087 orang, sementara kasus kematian 1.505 orang, sehingga total kasus aktif masih 1.068 orang.

Baca Juga

Kasus aktif COVID-19 itu berdasarkan sebaran domisili tersebar di 17 kecamatan, dengan terbanyak dari Kecamatan Banguntapan 173 orang, kemudian Sewon 157 orang, dan Jetis 102 orang, sisanya tersebar di 14 kecamatan dengan kasus di bawah 100 orang.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, Kabupaten Bantulsudah dinyatakan turun level dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yakni dari level 4 menjadi 3, seiring makin terkendalinya pandemi COVID-19 di daerah itu. Meski demikian, ia tetap mengimbau kepada seluruh warga senantiasa menerapkan protokol kesehatan COVID-19 karena perkembangan pandemi COVID-19 masih bisa naik dan bisa turun.

 

"Dan untuk bisa terhindar dari COVID-19, ada dua perisai yakni perisai dari luar dan perisai dari dalam. Perisai dari luar salah satunya adalah dengan selalu menggunakan masker, dan perisai dari dalam salah satunya adalah melakukan vaksinasi," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement