Kamis 08 Jul 2021 17:21 WIB

Ridwan Kamil: 8 Ribu Warga Ajukan Permohonan Obat Covid 19

Bantuan obat itu ada tiga paket. Yakni,paket A untuk OTG berisi vitamin dan suplemen

Rep: arie lukihardianti/ Red: Hiru Muhammad
Petugas apotek melayani konsumen di salah satu apotek di Jalan Cikutra, Kota Bandung, Selasa (29/6). Seiring meningkatnya kasus Covid-19 di Bandung Raya, penjualan alat kesehatan, obat herbal dan vitamin di sejumlah apotek mengalami peningkatan hingga 50 persen dibandingkan dengan bulan lalu. Foto: Republika/Abdan Syakura
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Petugas apotek melayani konsumen di salah satu apotek di Jalan Cikutra, Kota Bandung, Selasa (29/6). Seiring meningkatnya kasus Covid-19 di Bandung Raya, penjualan alat kesehatan, obat herbal dan vitamin di sejumlah apotek mengalami peningkatan hingga 50 persen dibandingkan dengan bulan lalu. Foto: Republika/Abdan Syakura

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan, sesuai dengan komitmen, Pemprov Jabar melepas ribuan obat-obatan ke seluruh pasien isoman se-Jabar.

"Kami memberikan obat membaginya dengan tiga paket. Paket A yang tanpa gejala hanya vitamin saja. Paket B, untuk gejala ringan, paket C gejala ringan tapi sedang," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, kepada wartawan, Kamis (8/7).

Emil mengatakan, proses pengiriman bantuan obat dan vitamin gratis kepada ribuan yang isolasi mandiri di seluruh Jabar. Karena, pihaknya menyadari keselamatan nyawa bagi pasien Covid 19 ini harus didahulukan.

"Dan aspirasi curhatan warga selama ini yaitu konsul dan obat yang susah dan sebagianya. Jadi, kami selesaikan dengan sistem yang kita punya di Pikobar," katanya.

Emil menjelaskan, ada 8 ribuan warga yang memohon obat-obatan dan 11 ribuan pertanyaan konsultasi kepada tim dokter. "Kurang lebih ada 13 dokter yang disediakan untuk memberikan konsultasi oleh Dinkes Jabar," katanya.

Menurutnya, pemberian bantuan obat ini merupakan kerja sama dengan kurang lebih 10 perusahaan farmasi. "Sehingga Insya Allah menjamin suplai obat terjangkau dan tepat sasaran. Serta,  melakukan kerja sama dengan beberapa perusahaan kurir pengiriman yang tentunya same day delivery atau satu hari sampai, langsung ke pintu para pasien di Jabar," paparnya.

Prioritas penanganan ini, kata dia, upaya yang didahulukan seiring dengan PPKM darurat yang saat ini terus disempurnakan. "Kami tak ingin mendengar lagi warga Jabar yang isoman yang kesusahan apalagi meninggal dunia. Oleh karena itu saya imbau aparat setempat harus mendeteksi mereka yang mungkin sedang isoman," katanya. 

Namun, kata dia, kalau ada masyarakat di desa yang tak bisa mendaftar karena tak punya HP maka akan menjadi tanggung jawab aparat setempat untuk meregistrasi. "Yang boleh mendaftar ini boleh pasien, keluarga atau aparat setempat. Ini akan terus kita sempurnakan," katanya.

Bantuan obat itu, kata dia, ada tiga paket. Yakni, paket A  untuk OTG berisi vitamin dan suplemen. Kemudian, paket B gejala ringan dengan obat antibiotik dan antivirus. Serta, paket C antivirusnya lebih keras.

"Mudah-mudahan semua cepat sembuh. Saya titip rekan-rekan semua, agar yang isoman jangan ragu-ragu meminta pertolongan kepada Pemprov. Insya Allah negara hadir untuk kita semua. Ini juga dananya dari memberhentikan proyek infrastruktur. Keselamatan nyawa lebih penting," paparnya.

Emil menegaskan, obat-obatan dan suplemen ini diberikan ke seluruh Jabar. "Pemerintah pusat juga, memberikan bantuan tapi kalau tidak salah di Jakarta saja. Kami inisiatif sendiri di wilayah Jabar untuk warga Jabar. Ini akan kami lakukan," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement