Jumat 02 Jul 2021 14:49 WIB

Puskesmas di Kota Tangerang Diubah Jadi IGD 24 Jam

Terdapat 38 puskesmas dan 32 RS di Kota Tangerang yang melayani pasien Covid-19.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Wali Kota Tangerang, Arief Rachadiono Wismansyah.
Foto: Dok Pemkot Tangerang
Wali Kota Tangerang, Arief Rachadiono Wismansyah.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Kota Tangerang telah menjadi instalasi gawat darurat (IGD) yang beroperasi selama 24 jam untuk meminimalkan penumpukan kasus Covid-19 di rumah sakit (RS) Kota Tangerang, Banten.

"Terkait untuk penanganan penumpukan pasien di RS, kita jadikan puskesmas sebagai IGD 24 jam. Ini jadi bagian kita mengatasi lonjakan kasus," kata Wali Kota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah usai doa bersama secara daring, Jumat (2/7).

Dia mengajak masyarakat untuk menerapkan disiplin protokol kesehatan selama aktivitas di dalam maupun luar rumah demi kesehatan bersama. Tidak lupa, ia mengajak masyarakat untuk memanjatkan doa yang diberikan kepada seluruh tenaga kesehatan.

"Serta pegawai Pemerintah Kota Tangerang yang ikut membantu dalam penanganan Covid-19 agar senantiasa diberikan kesehatan dan yang sakit diberikan kesembuhan," kata Arief.

Hingga saat ini, terdapat 38 puskesmas dan 32 RS di Kota Tangerang yang tersebar di 13 wilayah kecamatan, yang melayani pasien Covid-19. Pemkot juga menyediakan rumah isolasi terkonsentrasi (RIT) sebagai tempat isolasi bagi pasien dengan gejala ringan.

Terkait PPKM darurat di Jawa dan Bali yang di dalamnya ada Kota Tangerang, Arief mengingatkan masyarakat Kota Tangerang untuk bisa memahami kebijakan yang diambil oleh pemerintah dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

"Saya harap masyarakat harus memahami kebijakan tersebut, karena memang kita dalam kondisi yang tidak baik-baik saja, maka untuk itu kita senantiasa ikhtiar dan berdoa," kata Arief.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement