Jumat 04 Dec 2020 10:15 WIB

Teknologi, Solusi Irman-Zunnun untuk Penanganan Covid-19

Irman Zunnun menawarkan solusi pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence

Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Armin NH, menawarkan sebuah solusi cerdas untuk penanganan Covid-19
Foto: Dok istimewa
Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Armin NH, menawarkan sebuah solusi cerdas untuk penanganan Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Armin NH, menawarkan sebuah solusi cerdas untuk penanganan Covid-19, selain dari apa yang sudah dilakukan pemerintah saat ini. Yakni pemanfaatan teknologi, Artificial Intelligence (AI).

None sapaan akrab Irman YL, mengungkapkan sudah saatnya kecanggihan teknologi dimanfaatkan. Misalnya, ketika ada kerumunan, drone pendeteksi suhu tubuh langsung bisa mendeteksi. Begitupun dengan ponsel kita, bisa langsung memberikan peringatan ketika kita tidak menjaga jarak.

"Memanfaatkan kecanggihan teknologi harus dilakukan, selain dari imbauan pemerintah selama ini, yakni memakai masker, menjaga jarak atau menjauhi kerumunan, dan mencuci tangan," ujarnya, saat pelaksanaan Debat Publik III Pilwali Makassar 2020, yang dilaksanakan di Jakarta, Jumat (4/12).

Yang paling penting, lanjut None, adalah bagaimana tingkat pemahaman warga bahwa sistem pengamanan Covid-19 ini bisa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Apalagi, tiga fase yang sudah kita lalui selama ini telah menjadi pembelajaran luar biasa.

"Fase yang telah kita lalui, telah memberikan edukasi bagaimana kita keluar dari ketakutan. Bagaimana pentingnya menangani diri kita untuk mencegah Covid-19," ujarnya.

Menurut None, di pola adaptif saat ini, kita harus memunculkan pola-pola baru. Dimana dalam kerumunan, kita bisa sadar dengan sendirinya, tidak perlu pakai Satpol PP, tetapi dengan AI, warga bisa sadar sendiri untuk meminimalisir kontak.

"Ketika terjadi kerumunan, dengan thermal scanner yang ada di drone, ataupun di ponsel, kita bisa dengan sendirinya mengisolasi diri dari kontak-kontak yang dekat dengan kita," imbuhnya dalam siaran pers.

Ia menambahkan, edukasi sangat penting dilakukan di tingkat RT dan tingkat sekolah. "Khusus untuk sekolah, yang akan melakukan pembelajaran tatap muka, harus banyak pertimbangan. Karena hukum tertinggi adalah keselamatan manusia, termasuk pada alat pelindung diri anak-anak kita," tegasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement